Anak Usaha AKR Corporindo Bikin Perusahaan Baru

NERACA

Jakarta- Anak usaha PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Andahanesa Abadi (“ADH”) mendirikan perusahaan baru dalam bentuk perseroan terbatas, PT Terminal Nilam Utara (“TNU”). Pendirian perusahaan ini merupakan kerja sama antara anak perusahaan perseroan tersebut dengan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (“BJTI”).

Presiden Direktur AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo mengatakan, penandatangan perjanjian kerja sama antara kedua pihak telah dilakukan pada 23 Agustus 2013. Dalam pembentukan perusahaan patungan ini, PT Andahanesa Abadi menjadi pemegang saham mayoritas dengan persentase sebesar 60%, sedang 40% dimiliki PT Berlian Jasa Terminal Indonesia.

Kegiatan usaha yang akan dijalankan TNU, menurut dia, adalah kegiatan usaha di bidang terminal curah air dan gas. “Namun, tidak terbatas pada pengembangan usaha dalam bidang pelayanan jasa terminal bongkar muat barang curah cair dan gas, serta kegiatan yang berhubungan dengan konsolidasi dan distribusi barang dimaksud.” jelas Haryanto dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (28/8).

Dia menegaskan, transaksi pendirian TNU oleh ADH bukan merupakan suatu transaksi material sebagaimana dimaksud dalam peraturan Bapepam LK No. IX.E.2 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama. Bukan merupakan pula suatu transaksi afiliasi atau transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam peraturan Bapepam LK No. IX.E.1 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu.

Sementara itu, dalam rencana bisnisnya di tahun ini, perseroan berencana menambah kapal serta truk untuk mendukung kinerja perseroan. Total dana belanja modal perseroan tahun ini sebesar US$ 30 juta yang seluruhnya bersumber dari kas internal perseroan. Selain untuk transportasi pendukung bisnis distribusi, dana tersebut juga akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur, dan logistik.

Salah satu proyek yang dikerjakan perseroan, yaitu melakukan proses pembangunan pelabuhan terintegrasi bernama Jawa Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur dengan Pelindo III. Proyek JIIPE terdiri atas pelabuhan dan kawasan industri. Kawasan itu juga akan dilengkapi jalur kereta api dan jalan tol dengan total luas lahan mencapai 2.500 hektare (ha).

Dari jumlah tersebut perseroan dan Pelindo III telah mengakuisisi 900 ha dan seluas 1.300 ha yang sudah dikonfirmasi. Pada semester pertama 2013, pembangunan pelabuhan ditargetkan dapat selesai dan diperkirakan akan mulai menjual ke industrial pada Juni 2013.

Adapun total investasi untuk proyek tersebut ditaksir mencapai Rp7-8 triliun yang didanai dari beberapa sumber seperti obligasi, modal perseroan dan Pelindo III, dan penjualan tanah industri serta sindikasi pinjaman perbankan. Menurutnya, proyek pembangunan JIIPE dilakukan perseroan melalui anak usahanya, PT Usaha Eka Pramata Nusantara (UEPN), membentuk dua perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan Pelindo III untuk membangun JIIPE. (lia)

BERITA TERKAIT

Beban Keuangan Membengkak - Perolehan Laba Adi Sarana Turun 23,06%

NERACA Jakarta – Di balik agresifnya ekspansi bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menambah armada baru, namun hal tersebut…

Penjualan Delta Djakarta Melorot 7,38%

NERACA Jakarta – Emiten produsen minuman alkohol, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membukukan laba bersih sebesar Rp317,81 miliar, melorot 6,01%…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Saraswanti Oversubscribe 19,94 kali

NERACA Jakarta – Di tengah badai penyebaran Covid-19 yang masih, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Moodys Pangkas Peringkat Alam Sutera

NERACA Jakarta - Perusahaan pemeringkat Moody’s Investor Service menurunkan peringkat utang PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dari menjadi Caa1…

Express Trasindo Masih Merugi Rp 275,5 Miliar

NERACA Jakarta –Persaingan bisins transportasi online masih menjadi tantangan bagi PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI). Performance kinerja keuangan perseroan…

Martina Berto Bukukan Rugi Rp 66,94 MIiliar

NERACA Jakarta –Bisnis kosmetik PT Martina Berto Tbk (MBTO) sepanjang tahun 2019 kemarin masih negatif. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi…