Tampilkan Kota Ambon Sebenarnya

Festival Teluk Ambon 2013

Sabtu, 07/09/2013

Keindahan alam Indonesia memang sudah tidak diragukan lagi, terbentang luas dari ujung Sumatera hingga ujung Papua. Tidak hanya keindahan alam saja, keindahan kebudayaan dan adat-istiadat menjadi salah satu nilai berharga yang masih bisa ditemui di wisata Indonesia. Indonesia memang sejak dahulu sudah mendunia karena pariwisatanya, Bali menjadi salah satu pulau yang biasa dikunjungi oleh para wisatawan.

Namun tidak hanya pulau Bali saja, banyak sekali tujuan wisata di Indonesia yang sangat mendunia, salah satunya adalah di wilayah Timur Indonesia ini. Ya, Ambon salah satunya, kota yang memiliki julukan “Ambon Manise” ini memang sudah lama terkenal dengan kekayaan alamnya. Daerah kepulauan ini memiliki banyak pantai cantik. Menurut orang-orang setempat kata cantik disetarakan dengan manis.

Sedikitnya ada delapan pantai yang mengelilingi kota Ambon dan pantai di kota-kota lainnya yang berada di kepulauan kecil yang terpisah. Kota Ambon terletak di daerah datar, dikelilingi oleh Teluk Ambon yang indah, yang didukung oleh pegunungan hijau subur dan menghadap ke air jernih dan taman karang berwarna-warni dan beraneka ragam spesies.

Pada 27-29 September 2013, Kota Ambon yang menawan akan kian memesona saat warna-warni perayaan Festival Teluk Ambon digelar. Festival ini bertujuan mempromosikan potensi pariwisata Provinsi Malukusebagai salah satu tujuan wisata nasional dan internasional.

Dalam festival ini Anda dapat menyaksikan beberapa lomba menarik. Salah satu yang dapat disaksikan adalah lomba perahu tradisional Manggarube Arumbae yang satu perahunya ditumpangi hingga 31 orang. Ada juga perlombaan perahusemang(bercadik) yang didayung perempuan memakai pakaian tradisional Maluku. Perlombaan menarik lainnya adalah lomba berenang estafet yang dimulai dari Teluk Ambon (di Martafons) dan berakhir di ujung selatan Ambon (di Galala).

Selain lomba perahu, ada pula kompetisi fotografi taman bawah laut, memancing tradisional, melukis dan membuat mosaik, serta membacakan cerita Batu Badaong yang akan diikuti pelajar dari seluruh Ambon. Diadakan untuk pertama kalinya pada 2006, Festival Teluk Ambon berlangsung setiap tahun di akhir September. Acara ini diadakan tidak hanya di Ambon tetapi juga di seluruh Kabupaten Seram bagian Barat.

Pulau-pulau kecilAmbon,Banda,Saumlaki,Ternate dan Tidoremenorehkan sejarahnya di dunia sejak abad ke-15 saat Portugis menemukan rute laut ke Banda dan Ambon. Pulau-pulau kecil di wilayah Timur Indonesia ini selama berabad-abad merupakan produsen utama rempah-rempah (pala) di dunia. Pada masa itu, di Eropa Abad Pertengahan, rempah-rempah sama berharganya dengan emas.