Hadirkan Kekayaan kebudayaan Indonesia

Wayang World Puppet Carnival 2013

Sabtu, 07/09/2013

Warisan budaya dan tradisi Indonesia memang perlu terus dijaga keberadaannya. Masalahnya, kini beberapa budaya tidak lagi hanya warisan milik Indonesia saja, namun sudah menjadi warisan dunia. Salah satunya adalah kesenian wayang, kesenian wayang pun memiliki ragam yang sangat banyak, dari wayang golek sampai wayang kulit.

Pada September 2013 ini, Indonesia akan menghelat karnaval wayang termegah di dunia bertajukWayang World Puppet Carnival (WWPC) 2013.Acara yang pertama kali digelar tersebut akan dipusatkan di Monumen Nasional (Monas) dan Gedung Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, pada1-8 September 2013. Karnaval wayang yang akan berlangsung selama 8 hari itu pembukaannya dilakukan di Gedung Pewayangan Kautaman di Taman Mini Indonesia Indah.

Wayang World Puppet Carnival 2013 ini tidak akan hanya menampilkan pertujukan kesenian wayang seperti Wayang Golek atau Wayang Kulit tetapi juga akan menampilkan seni wayang dari 46 negara di dunia dengan total pertunjukan sebanyak 64 pertunjukan.

Diantara negara yang akan hadir adalah Turki, Bolivia, Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Kolombia, Thailand dan Brasil. Di samping menyuguhkan pertunjukkan wayang, karnival ini juga akan menampilkan video dan film perwayangan dari banyak negara.

Dalam acara ini Indonesia sendiri akan menampilkan 5 dalang muda yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, ada setidaknya 25 jenis wayang dari seluruh Nusantara dan terus dilestarikan seperti wayang golek, wayang kulit, wayang suket, wayang klitik, wayang krucil, wayang gedog, wayang beber, dan lainnya.

Tentunya ini menjadi salah satu pegelaran juga pertunjukan seni yang sangat menarik, karena tidak hanya menampilkan keahlian para dalang dalam membawakan cerita, namun ikut menjaga dan ikut memperkenalkan keanekaragaman kebudayaan Indonesia.

Sejak wayang diakui sebagai warisan budaya tak benda dunia pada 2003 oleh UNESCO, Wayang World Puppet Carnival merupakan event pertama sekaligus termegah yang berfokus pada seni otentik pertunjukkan wayang Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun Indonesia sebagai rumah bagi semua seni pedalangan dunia.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Persatuan Pedalangan Indonesia (PERPADI) dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD). Keduanya memiliki misi yang sama untuk melestarikan keberadaan wayang di Indonesia.