Struktur Pasar Bawang Mengarah ke Oligopoli

Rabu, 28/08/2013

NERACA

Jakarta – Struktur pasar bawang yang sering kali menjadi penyebab inflasi cenderung mengarah pada oligopoly. Demikian disampaikan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto lewat suret elektroniknya kepada Neraca.

“Jika dilihat dari kenaikan harga bawang sepanjang 2013 ini yang mengalami kenaikan luar biasa, dan disparitas kenaikan antar kota juga sangat berbeda-beda, patut diduga bahwa struktur pasarnya mengarah pada oligopoly,” kata Eko.

Bukti konkret yang terjadi di lapangan misalnya fakta dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa bawang merah pada Juli 2013 ini menjadi penyebab inflasi dengan kontribusi terbesar ketiga setelah bensin dan kenaikan tarif angkutan umum.

Kepala BPS Suryamin menjelaskan bahwa kenaikan rata-rata bawang merah adalah sebesar 62,28%. Sementara Tangerang yang notabene kota di simpul perdagangan utama mengalami kenaikan harga sebesar 114%.

Menurut Eko, hal tersebut membuktikan bahwa kenaikan harga tidak semata-mata karena infrastruktur yang menghambat distribusi, tetapi ada sebab lain. “Jika antarprodusen melakukan kesepakatan harga, maka terjadilah kartel, dan ini sangat mungkin mengingat harga bawang yang semakin tidak rasional,” pungkas Eko. [iqbal]