Telkomsel Bangun Industri Kreatif Digital Indonesia

NERACA

Jakarta - Sebagai bentuk mengembangkan industri kreatif digital tanah air, Telkomsel membangun ekosistem Device, Network and Aplication (DNA) secara berkesinambungan, salah satu caranya dengan menggelar Digital Creative Indonesia (DCI). Direktur Utama Telkomsel Alex J Sinaga mengatakan setidaknya ada 3 program mahakarya Telkomsel antara lain Mobile Grapari Indonesia, Mobile Broadband Indonesia dan Digital Creative Indonesia.

\"Kami mengharapkan dengan DCI ini akan mampu menciptakan hubungan harmonis antara Telkomsel, pengembang aplikasi dan produsen telpon seluler di Indonesia. Melalui DCI ini, kami juga berharap kedepannya industri digital kreatif di Indonesia akan lebih dinamis dan menghasilkan lebih banyak lagi inovasi dan karya anak negeri,\" ujar Alex di Jakarta, Selasa (27/8).

Sebagai langkah awal DCI, lanjut dia, Telkomsel malalui Telkomsel Applications Developer (Teman Dev) menggandeng developer muda di Indonesia untuk bersama-sama memperkenalkan 68 aplikasi lokal karya anak negeri. \"Dengan jumlah lebih dari 125 juta pelanggan, jalur distribusi, media channel dan infrastruktur yang dimiliki, kami merasa optimis bahwa bersama-sama dengan developer lokal akan mampu menggairahkan industri degital kreatif Indonesia,\" imbuhnya.

Dengan membangun industri kreatif Indonesia, Telkomsel meluncurkan Digital Creative Indonesia Competition (DCIC). Alex menuturkan kegiatan ini untuk menjaring potensi-potensi muda di Indonesia. Kompetisi dengan tiga katagori lomba ini yaitu aplikasi mobile paling Indonesia, video paling Indonesia dan kontributor paling Indonesia. Nantinya, lanjut dia, kompetisi ini akan berlangsung hingga akhir Desember. Dan pemenangnya akan diumumkan di Februari 2014.

\"Komeptisi ini kami harapkan dapat menjaring sosok insan muda yang memiliki jiwa inspiratif dalam mendukung terbentukanya masyarakat digital Indonesia. Dan juga siap dan mampu bersaing secara global namun tetap mempertahankan nilai-nilai bangsa Indonesia,\" tuturnya.

Disamping itu, Telkomsel juga memberikan kesempatan kepada developer lokal untuk menjadi anggota Bandung Digital Valley dan Jogja Digital Valley yang akan dimiliki oleh Telkom dengan beberapa manfaat diantaranya dapat menggunakan co-working space, penggunaan ruang pertemuan, dan memanfaatkan device testing yang disediakan.

Menurut dia, terdiri dari 8 katagori yaitu e-commerce, games, edutainment, entertaiment, information, lifestyle, socila media dan utilities. Aplikasi-aplikasi tersebut telah siap dinikmati dan diunduh dibeberapa platform sistem operasi ponsel seperti Android, Balckberry, Symbian dan juga Web Portal. “Kami mengajak pelanggan untuk mencoba dan menggunakan beragam aplikasi ini serta berpartisipasi dalam mendukung aplikasi lokal buatan anak negeri. Tujuannya agar kedepan, aplikasi lokal bisa merambah dunia,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu developer aplikasi lokal yang memuat konten-konten islami, Denni Basri mengungkapkan bahwa sangat senang bisa bekerjasama dengan Telkomsel karena proses yang cepat dan mudah. “Kerjasama dengan Telkomsel menggunakan sistem Win-win solution,” ucapnya.

Denni menjelaskan aplikasi yang dibuat dinamakan All in Islamic. Artinya membuat aplikasi antara penentuan kiblat, jadwal shalat, ceramah-ceramah, lokasi masjid terdekat dan evaluasi ibadah. “Biasanya aplikasi-aplikasi tersebut dibuat secara terpisah. Di All in Islamic, kami membuatnya tergabung jadi satu sehingga memudahkan pelanggan dalam beribadah,” jelasnya.

Maksimalkan Layanan Digital

Sebelumnya, Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Marina Kacariba mengatakan bahwa pihaknya memaksimalkan layanan digital (digital services) yang diproyeksikan mampu memberikan kontribusi pendapatan hingga 30% pada 2015. Pasalnya, digital services memiliki prospek menjanjikan dimasa depan melalui penyediaan konten dan aplikasi digital yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan. “Telkomsel terus berusaha mengembangkan potensi pendapatan di luar tradisi saat ini, seperti layanan suara (voice) dan pengiriman pesan singkat (SMS). Bisnis digital services mengalami pertumbuhan cukup pesat,” katanya.

Menurut Marina, pesatnya bisnis digital juga tidak lepas dari tingginya pertumbuhan penjualan telepon seluler pintar (smartphone) di Indonesia. \"Saat ini, penjualan smartphone di Indonesia masih berkisar 20-30 persen dari total penjualan telepon seluler, tetapi dua tahun kedepan atau tahun 2015, smartphone akan merajai pasar dalam negeri sehingga mulai sekarang kami sudah harus bersiap,\" ujarnya.

Dalam layanan digitalnya, lanjut Marina, Telkomsel tidak hanya mengandalkan aplikasi-aplikasi populer yang sudah ada di pasar, tetapi juga menjual produk-produk dari mitra pengembang seperti buku digital, musik digital, layanan uang digital, hiburan, dan sosial media. \"Total ada sekitar 100-an pengembang aplikasi yang sudah kami gandeng, termasuk 68 pengembang lokal yang menjalin kerja sama dengan Telkomsel,\" tambah Marina.

Vice President Sales & Marketing Telkomsel Area Jawa Bali, Agus Mulyadi, menambahkan pertumbuhan industri kreatif di Indonesia telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehingga pihaknya tidak ingin melepaskan potensi besar tersebut.

Related posts