Dulang Rupiah dari Bisnis Sekolah Musik

Musik lazimnya memiliki beragam fungsi dan manfaat. Salah satunya sebagai instrumen bisnis yang menggiurkan. Baik bisnis yang berkaitan dengan rekaman, televisi, hingga pertunjukan langsung. Atau bisnis musik adalah yang berhubungan dengan sekolah (kursus) musik dan toko peralatan musik.

NERACA

Berbicara mengenai toko peralatan musik memang sudah lebih dahulu familiar dengan dunia bisnis, berbeda dengan bisnis sekolah (kursus) musik. Sebelum tahun 2000-an, sekolah musik tidaklah sebanyak sekarang. Kalaupun ada, sekolah (kursus) musik baru dikelola secara perorangan, belum dengan sistem retail seperti saat ini.

Penggebuk drum ternama Indonesia yang juga pendiri sekolah musik Gilang Ramadhan Studio Band (GRSB) pernah mengatakan, perkembangan bisnis sekolah musik terus melesat seiring perkembangan gaya hidup masyarakat, khususnya kalangan masyarakat kota-kota besar.

“Belakangan ini, masyarakat mulai paham arti penting sekolah musik bagi anak-anaknya. Hasil studi juga banyak menunjukkan belajar musik memberikan dampak positif bagi kecerdasan dan kesehatan, terlebih bagi anak-anak,” jelas Gilang.

Intinya, kini sekolah musik tak pernah sepi peminat. Siswanya pun berasal dari kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Alhasil, bisnis sekolah (kursus) musik kini kian menjanjikan. Apalagi banyak ajang-ajang pencarian bakat bermain musik. Tak heran mengapa kini bisnis sekolah (kursus) musik tak ubahnya cendawan di musim penghujan.

“Kalau saya sih bukannya ingin anak nantinya jadi artis, tetapi saya ingin mengembangkan hobi anak saya saja yang gemar memainkan piano mainan. Tetapi, nanti terserah dia mau jadi apa, saya tak pernah memaksakan, lagian kan bermain musik dapat mengasah daya pikir anak,” sebut Fitri yang sedang menunggu anaknya di sebuah sekolah musik yang terletak di Jakarta Selatan.

Ya, memang ada beragam alasan orang mendalami musik. Banyak orang yang memang ingin terjun secara profesional di bidang musik, tapi banyak pula yang sekadar menyalurkan hobi yang dimiliki. Sehingga tak masalah musik yang dimainkannya tidak disenangi banyak orang asalkan dia sendiri senang.

Makanya jangan heran, kalau ternyata bermain musik bisa mendatangkan rezeki bagi pemilik sekolah musik, karena kini semakin banyak orang yang ingin mahir bermain musik. Itulah sebabnya, kenapa bisnis ini begitu menjanjikan. Apalagi pangsa pasarnya begitu luas, tak hanya anak remaja saja, anak-anak serta orang dewasa pun kini kian banyak yang meminati musik.

Nilai Investasi

Ceruk bisnis yang masih cukup luas menyebabkan pintu sukses bisnis sekolah musik terbuka lebar. Memang, membuka sekolah musik membutuhkan dana yang cukup besar sebagai dana investasi. Maklum saja, pealatan musik memang tak murah harganya. Apalagi alat musik yang harus dimiliki harus sesuai dengan jenis atau bidang musik yang akan diajarkan.

Dengan kata lain, semakin komplet alat musik yang dimiliki maka sekolah musik pun akan semakin bagus. Biasanya, sekolah musik melengkapi peralatan mereka dengan alat musik standar untuk sebuah band. Seperti gitar, bass, keyboard, drum, dan perlengkapan sound system yang dibutuhkan.

Umpamanya, untuk membeli peralatan musik dibutuhkan biaya sekitar di atas Rp100 juta. Dana itu untuk pembelian beberapa peralatan kursus musik, seperti piano, drum, keyboard, biola, gitar listrik, gitar akustik, saksofon, plus satu set peralatan band lengkap untuk pentas. Biaya sebesar itu belum termasuk sewa gedung, peredam ruangan, air conditioner, dan izin usaha.

Sementara itu, keuntungan bisnis ini boleh terbilang cukup besar, apalagi kurikulum yang diajarkan merupakan kurikulum yang baik. Bukanlah hal mustahil jika Anda akan sukses berbisnis sekolah (kursus) musik. Apalagi, kini telah banyak pengusaha yang terbilang sukses menjalani bisnis ini. Anda bisa belajar banyak bukan dari mereka.

Related posts