Laba Indofood Hanya Capai Rp 1,70 Triliun - Dampak Penurunan Sektor Agribisnis

NERACA

Jakarta – Laba PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) semester pertama 2013 mencapai Rp1,70 triliun atau naik tipis 1,16% dari periode semester pertama tahun lalu senilai Rp1,68 triliun. Perseroan juga mencatatkan laba per saham (earning per share) semester pertama tahun ini naik menjadi 194 dari semester pertama tahun lalu 192. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (26/8).

Diketahui penjualan perseroan juga alami kenaikan 9,3% menjadi Rp26,86 pada periode semester pertama tahun ini dari periode yang sama tahun lalu Rp24,57 triliun. Laba bruto perseroan turun menjadi Rp6,45 triliun pada semester I 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp6,72 triliun.

Menurut Direktur Utama dan Chief Executive Officer INDF Anthoni Salim mengatakan, kondisi pasar saat ini terutama sektor agribisnis masih penuh tantangan dan kondisi tersebut masih akan berlanjut dalam jangka pendek, sehingga berdampak negatif terhadap sektor agribisnis.“Namun, kami tetap optimis dengan potensi ekonomi ke depannya. Perseroan juga akan tetap fokus untuk mempertahankan pertumbuhan dengan berhati-hati setelah mencermati kondisi makro ekonomi di dalam negeri akhir-akhir ini”, jelas dia dalam siaran persnya.

Selain itu disebutkan juga perseroan mengalami kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp20,40 triliun pada semester I 2013 dari semester pertama tahun lalu senilai Rp17,85 triliun. Beban penjualan dan distribusi juga alami kenaikan menjadi Rp2,22 triliun pada semester ini dari periode semester pertama tahun sebelumnya Rp1,91 triliun.

Pendapatan operasi lainnya naik menjadi Rp349,92 miliar pada semester pertama tahun ini dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp267,65 miliar. Laba usaha perseroan turun menjadi Rp2,92 triliun pada semester I 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp3,57 triliun.

Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp30,64 triliun pada semester I 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai Rp25,18 triliun. Ekuitas perseroan menjadi Rp34,31 triliun pada semester I 2013. Kas dan setara kas perseroan mencapai Rp13,32 triliun pada semester pertama 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai Rp13,34 triliun.

Hingga kuartal pertama perseroan hanya menyerap 135 dari dana belanja modal (capital expenditure/capex) yang disiapkan untuk tahun ini sebesar Rp7 triliun. Belanja modal tersebut didapat perseroan dari kas internal dan pinjaman perbankan. Diakui Direktur Indofood, Werianty Setiawan pada RUPS lalu bahwa perseroan masih menyerap sedikit belanja modal, “Rincian penggunaan dana capex tahun ini sekitar 40% dialokasikan untuk divisi agri bisnis perseroan, sebesar Rp2 triliun akan digunakan untuk Bogasari dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Sisanya dialokasi untuk distribusi, dan persiapan dalam menyambut persaingan bisnis kita”, ujar Direktur Indofood lain, Moleonoto menambahkan.

Selain itu, guna mengembangkan sayap usahanya, melalui anak usahanya Pacsari Pte Ltd perseroan mendirikan anak usaha yang bergerak di bidang pelayaran.“Anak usaha ini dinamakan Sari Indah Pte Ltd yang didirikan dengan modal disetor sebesar US$100 ribu yang seluruhnya diambil-bagian dan disetor oleh Pacsari Pte Ltd”, ujar Werianty. (nurul)

BERITA TERKAIT

Mengukur Dampak Siklon Cempaka dan Dahlia

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia yang melanda sebagian wilayah Jawa belum lama ini merupakan…

Penerimaan Pajak Ditaksir Hanya 90%

  NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun memperkirakan pencapaian target pajak hingga akhir tahun 2017…

Link Net Buyback Saham Rp 1,3 Triliun

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Link Net Tbk (LINK) berencana membeli kembali alias buyback saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…