Ponpres Al-Fath Ikut Lomba Ketahanan Pangan Tingkat Provinsi - Kota Sukabumi

Sukabumi - Pondok pesantren (Ponpres) dzikir Al-Fath kembali terpilih untuk mengikuti lomba tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam lomba ketahanan pangan. Ponpres tersebut dinilai oleh rombongan penilai dari Setda Provinsi Jabar yang didampingi Dinas Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, Senin (26/8).

Kabag Ketahanan Pangan Biro Bina Produksi Setda Provinsi Jabar yang juga selaku tim penilai, Susilawati, usai melakukan penilaian menjelaskan, di Jabar ada tujuh kota dan kabupaten yang ikut dinilai. Diantaranya, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten kuningan, dan Kota Sukabumi.

Ada lima kategori yang dilombakan yaitu pemangku, pelopor, pelaku, pelayan, dan pembina ketahanan pangan. “Kebetulan saya menilai bagian pemangkunya saja secara administrasi”, kata Susilawati.

Dia mengatakan, setelah melakukan penilaian ada beberapa poin yang harus segera dibenahi Al-Fath yaitu masalah penataan sanitasi yang harus lebih higienis dan jarak kandang domba dan burung puyuh serta pengelolaan kompos dengan pemukiman warga yang harus lebih ditata. \"Jarak kandang dengan pemukiman warga kurang lebih 10 meter,” kata Susilawati.

Namun, lanjut Susilawati, inovasi yang dibuat Al-Fath dalam pemangku ketahanan pangan sangat bagus sekali, apalagi, inovasi menciptakan beras yanag terbuat dari singkong atau disebut nasi tiwul. ”Ternyata di Ponpres Al-Fath sendiri itu sudah dipraktekkan dalam satu minggu dua hari mereka makan nasi tiwul”, kata dia.

Nantinya, salah satu pemenang dalam lomba ini akan dilombakan lagi ke tingkat nasional. “Makanya, data yang saya dapatkan ini harus masuk sebelum tanggal 5 September 2013 nanti”, kata Susilawati.

Sementara itu, pimpinan Ponpres Al-Fath, Fajar Laksana, menjelaskan, ada beberapa program yang disampaikan saat tim penilai dari Jabar datang ke pesantren Al-Fath yang memang menjadi pusat pengembangan konsep ketahanan pangan selama ini. Diantaranya program kemandirian pangan dan program pertanian terpadu dan pendidikan.

Konsep ini, kata Fajar, merupakan kunci ketahanan pangan. Pasalnya, dengan mengelola pertanian secara terpadu maka tak akan ada istilah petani kesulitan beras padahal dia menanam padi. “Saat ini yang terjadi adalah ego sektoral. Jadi, setiap bidang pertanian tidak saling melengkapi dan inilah yang menjadi kelemahan. Kita ambil contoh saat petani membutuhkan pupuk seharusnya tak perlu membeli bahan kimia. Tapi, bisa menggunakan pupuk kompos dari kotoran hewan. Tapi selama ini, antara peternak hewan dan petani tidak ada saling hubungan”, kata Fajar.

Ada yang lebih menarik, program yang saat ini sedang dilaksanakan di Al-Fath sendiri yaitu singkong dijadikan nasi, dan itu sudah diskonsumisi para santri dan mahasiswa. ”Kita lakukan dalam satu minggu dua kali. Dan semua yang saya lakukan tersebut bukan untuk mengejar prestasi tapi mencoba menerapkan konsep pertanian yang memang seharusnya,” ujar Fajar.

Meskipun tim penilai yang datangnya secara mendadak, tapi Fajar berharap bisa keluar sebagai juara serta bisa membawa nama baik Kota Sukabumi dari sektor ketahanan pangan atau pertanian.

BERITA TERKAIT

KPPU : Perbaiki Tiga Hal Jaga Stok Pangan

KPPU : Perbaiki Tiga Hal Jaga Stok Pangan NERACA Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan perlunya perbaikan dalam…

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Akhir Tahun Aman

  NERACA   Jakarta - Kementerian Pertanian menjamin stok pangan jelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 aman. Kepala…

Pemkot Sukabumi Harus Cepat Ambil Langkah Antisipasi - Meski Masyarakat Belum Sulit Dapatkan Gas LPG 3 Kg

Pemkot Sukabumi Harus Cepat Ambil Langkah Antisipasi Meski Masyarakat Belum Sulit Dapatkan Gas LPG 3 Kg NERACA Sukabumi - Meskipun…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

KABUPATEN SUKABUMI - 2018, PDAM TJM Targetkan 4.500 Pelanggan

KABUPATEN SUKABUMI 2018, PDAM TJM Targetkan 4.500 Pelanggan NERACA Sukabumi - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (PDAM TJM)…

Menkop Dorong UMKM Kuliner Miliki Hak Cipta

Menkop Dorong UMKM Kuliner Miliki Hak Cipta NERACA Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menekankan pentingnya pengurusan hak…

Industri Jasa Keuangan di Sumsel Tetap Tumbuh

Industri Jasa Keuangan di Sumsel Tetap Tumbuh  NERACA Palembang - Industri jasa keuangan di Sumatera Selatan (Sumsel) tetap tumbuh sepanjang…