Semester Pertama, Penjualan ICBP Capai Rp12,51 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan penjualan neto konsolidasi semester satu tahun 2013 sebesar Rp12,51 triliun atau tumbuh 14,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,92 triliun. Kenaikan tersebut ditopang meningkatnya pertumbuhan volume penjualan di hampir seluruh divisi perseroan.

Direktur Utama ICBP, Anthoni Salim mengatakan, dari divisi-divisi utama yang tergabung dalam ICBP, Mi instan memberikan kontribusi sebesar 67%, dan makanan ringan menyumbang 20%. Sementara untuk penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus masing-masing menyumbang 7%, 4%, dan 2% terhadap penjualan.“Kami senang dapat mencatatkan pertumbuhan yang sehat pada periode semester pertama tahun ini. Mengingat perkembangan kondisi makro ekonomi di dalam negeri akhir-akhir ini, kami akan berhati-hati mengambil langkah.” jelasnya di Jakarta, Senin (26/8).

Meskipun demikian, sambung dia, pihaknya tetap optimis terhadap pertumbuhan ekonomi ke depannya, dan akan tetap fokus untuk menghasilkan kinerja dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Pihaknya mencatat, peningkatan penjualan tersebut memberikan penjualan neto memberikan dampak positif terhadap laba bruto di mana laba bruto meningkat 16,6% menjadi Rp3,30 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba usaha naik 10,7% menjadi Rp1,64 triliun dari Rp1,48 triliun.

Menurut dia, hal tersebut juga disebabkan naiknya beban promosi dan periklanan, beban gaji, upah dan imbalan kerja karyawan serta beban pengangkutan dan penanganan sehingga marjin laba usaha turun menjadi 13,1% dari 13,6%. Meski demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 10,3% menjadi Rp1,26 triliun dari Rp1,14 triliun.

Untuk mendukung kinerjanya, tahun lalu Indofood CBP mengalokasikan dana untuk penyelesaian pembangunan pabrik susu, yang dilakukan oleh anak usaha perseroan, PT Indolakto di Pasuruan, Jawa Timur. Pembangunan pabrik ini menelan dana sekitar US$ 130 juta. Perseroan juga tercatat menggandeng perusahaan asing untuk pengembangan bisnisnya.

Disebutkan, Indofood CBP menjalin joint venture dengan dua perusahaan Jepang, yaitu Tsukishima Food Industry serta Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd. Indofood CBP dan Tsukishima Foods Industry mendirikan perusahan patungan yang akan memproduksi dan memasarkan produk margarin dan produk turunan minyak dan lemak lainnya.

Kerja sama patungan tersebut, kata Anthoni seiring potensi peningkatan permintaan produk-produk tersebut mengingat terjadi perubahan perilaku dan pilihan konsumen, yang didorong oleh tumbuhnya segmen berpendapatan menengah di dalam negeri. (lia)

BERITA TERKAIT

Indonesia Motorcycle Show 2018 Bukukan Penjualan 1.332 Unit

Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 resmi ditutup pada Minggu (4/11). Selama lima hari penyelenggaraan, ajang pameran kendaraan roda dua…

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

BNI Salurkan Pembiayaan Rp1,1 Triliun ke PLN

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ikut serta menyalurkan pembiayaan untuk Program 35.000…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…