Bank DKI Bantu Pedagang Museum Fatahillah

Penataan PKL

Selasa, 27/08/2013

NERACA

Jakarta - PT Bank DKI kembali mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk penataan pedagang kaki lima (PKL) dengan memberikan fasilitas 108 showcase dan 1 kanopi kepada para PKL asesoris dan pakaian di depan Museum Fatahillah kota tua cluster 2.

Pemberian fasilitas tersebut diserahkan oleh Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono dan Kepala Dinas UKM DKI Jakarta, Ratnaningsih, disaksikan oleh Walikota Jakarta Barat, Fatahillah, di Jakarta, Senin (26/8).

Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, menjelaskan bahwa pemberian fasilitas tersebut merupakan bentuk kepedulian Bank DKI terhadap sektor UMKM. Januari lalu, Bank DKI memberikan fasilitas berupa 28 gerobak dan renovasi shelter kepada PKL di Sunda Kelapa.

Eko berpendapat UKM termasuk pedagang kaki lima merupakan sektor ekonomi yang memiliki ketahanan yang baik terhadap gejolak kondisi perekonomian.

Pertumbuhan sektor UKM juga menjadi salah satu indikator tingkat ketahanan ekonomi dan produktivitas masyarakat. Ia turut berharap agar para pedagang kaki lima untuk terus mengembangkan diri, dan mulai melirik untuk memanfaatkan produk perbankan.

“Para pedagang kaki lima dapat memanfaatkan produk Bank DKI seperti KUMK Monas, Monas 25, Monas 75 dan Monas 500. Bank DKI juga turut menyalurkan Kredit Usaha Rakyat” ujar Eko, kemarin. Sementara Kepala Dinas UKM DKI Jakarta, Ratnaningsih, mengapresiasi kepedulian Bank DKI terhadap para pedagang kaki lima di kawasan Museum Fatahillah.

Dia pun menjelaskan, dengan adanya penataan pedagang kaki lima, justru diharapkan omzet dari para pedagang kaki lima akan semakin meningkat. “Dengan sarana, dan fasilitas yang lebih baik untuk berdagang akan memberikan nilai tambah dan pengunjung akan semakin lebih nyaman,” terang Ratnaningsih.

Pada tahun ini, Bank DKI terus memberikan perhatian yang serius kepada sektor UKM ini. Eko Budiwiyono mengaku optimistis dapat menyalurkan kredit kepada sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebesar 20% dari total portfolio kredit perseroan. “Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Surakarta, Surabaya dan Bandung. Bank DKI juga sudah memiliki gerai khusus untuk menyalurkan kredit kepada sektor UMKM yang dinamakan Gerai Mikro” pungkas Eko. [kam]