Aksi Jual Belum Reda, IHSG Masih Terkoreksi

Selasa, 27/08/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 49,158 poin (1,18%) ke level 4.120,669. Sementara Indeks LQ45 jatuh 11,367 poin (1,65%) ke level 677,889. Masih derasnya aksi jual investor asing menutup perdagangan menjadi pemicu pelemahan indeks BEI dan ini mendanai pelemahan indeks BEI belum reda.

Kepala Riset eTrading Securities Betrand Raynaldi mengatakan, secara teknikal penurunan IHSG BEI pada awal pekan disertai dengan pelemahan volume transaksi perdagangan saham, “Secara teknikal, indikator Stochastic menghasilkan sinyal 'golden cross',”ungkapnya di Jakarta, Senin (26/8).

Dia menambahkan, investor asing yang masih mengambil posisi jual saham juga menjadi salah satu faktor indeks BEI kembali melanjutkan pelemahan. Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan bergerak berfluktuasi di kisaran 4.060-4.310 poin. Beberapa saham yang dapat diperhatikan yakni, BW Plantation (BWPT), Mitra Pinasthika Mustika (MPMX), Sarana Meditama Metropolitan (SAME).

Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja memperkirakan pada perdagangan Selasa (27/8), indeks BEI diproyeksikan bergerak melemah di kisaran 4.095-4.150 poin, “Perdagangan pada Selasa akan dipengaruhi oleh data 'durable goods orders' AS yang diperkirakan akan mengalami kenaikan. Dari dalam negeri, investor masih menanti detail dari kebijakan fiskal pemerintah yang akan mendorong perekonomian Indonesia,”tutur dia.

Tercatat aksi jual investor asing pada perdagangan awal pekan mencapai Rp 217,78 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 126.637 kali pada volume 4,182 miliar lembar saham senilai Rp 4,354 triliun. Sebanyak 108 saham naik, sisanya 161 saham turun, dan 76 saham stagnan.

Koreksi terhadap IHSG di BEI merupakan yang terdalam di bursa Asia yang rata-rata menguat. Bursa saham Jepang masih setia menemani BEI di zona merah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 2.300 ke Rp 18.300, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 500 ke Rp 7.450. BFI Finance (BFIN) naik Rp 400 ke Rp 2.500, dan SMART (SMAR) naik Rp 350 ke Rp 6.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050 ke Rp 29.250, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 900 ke Rp 64.900, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 750 ke Rp 12.700, dan Mayora (MYOR) turun Rp 750 ke Rp 27.150.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah tipis 1,195 poin (0,03%) ke level 4.168,632. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,902 poin (0,13%) ke level 688,354. Indeks sempat menanjak ke posisi tertingginya di 4.196,192 sedangkan terendahnya di 4.155,796. Beberapa investor memilih untuk menunggu situasi ekonomi lebih kondusif, membuat volume dan nilai transaksi perdagangan hari ini cukup tipis.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 68.906 kali pada volume 2,112 miliar lembar saham senilai Rp 1,958 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 83 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga sesi pertama, rata-rata bertahan positif. Bursa saham Jepang menemani Bursa Efek Indonesia (BEI) di teritori negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 2.750 ke Rp 18.750, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 29.550, SMART (SMAR) naik Rp 550 ke Rp 7.050, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 500 ke Rp 7.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.150 ke Rp 64.650, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 500 ke Rp 12.950, Nippon Indosari (ROTI) turun Rp 300 ke Rp 6.400, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 30.050.

Diawal perdagangan, indeks BEI sebaliknya dibuka naik 6,92 poin atau 0,17% ke posisi 4.176,75. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,76 poin (0,26%) ke level 691,02, “Aksi jual saham cenderung mereda pada awal pekan seiring dengan mulai terbatasnya pelemahan indeks BEI pada akhir pekan lalu," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.

Dia menambahkan, pengutan indeks BEI juga didorong dari faktor teknikal menyusul salah satu indikator pergerakan IHSG menunjukan bahwa saham-saham di dalam negeri masuk dalam area jenuh jual (oversold), “IHSG BEI memiliki peluang untuk 'rebound'. Pada perdagangan Senin diperkirakan indeks BEI akan berada pada kisaran 4.100-4.250 poin," katanya.

Karena itu, dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dipertimbangkan investor pada perdagangan awal pekan ini diantaranya, Media Nusantara Citra (MNCN), Wijaya Karya (WIKA), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Modernland Realty (MDLN).

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, penguatan indeks BEI seiring dengan pelaku pasar yang masih optimis bahwa saham-saham di dalam negeri akan kembali bergerak di area positif, “Indeks BEI diperkirakan akan 'rally' menuju kisaran 4.250--4.350 poin," katanya.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 154,81 poin (0,71%) ke level 22.018,32, indeks Nikkei-225 turun 6,28 poin (0,05%) ke level 13.654,91, dan Straits Times menguat 11,96 poin (0,35%) ke posisi 3.100,23. (bani)