Jaga Nilai Rupiah

Oleh : Tumpal Sihombing

Presiden Direktur BondRI

Perekonomian itu bak mesin raksasa yang merupakan akumulasi (agregasi) dari banyak ragam elemen yang saling terkait, berinteraksi dengan pola tertentu untuk suatu arah tertentu pula. Apakah arah tersebut menuju ke puncak gunung, atau menuju ke jurang atau terbentur tembok akan sangat tergantung pada kombinasi antara government intervention dengan market activities.

Semenjak asumsi perekonomian RAPBN-2013 dirumuskan di kuartal akhir tahun 2012, ada deviasi signifikan yang muncul antara figur asumsi dengan kenyataan ekonomi yang terjadi, yang membutuhkan penyesuaian dari para perumus kebijakan perekonomian saat ini. Semakin sering dan semakin besar penyesuaian dilakukan terhadap rumusan asumsi dalam APBN, semakin rendah tingkat keyakinan pasar kepada pemerintah baik dalam hal kredibilitasnya maupun set rumusan kebijakannya. Tak perlu otak jenius untuk mengetahui ancaman yang kita hadapi kini.

Semakin besar suatu perekonomian, semakin banyak rambu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kesehatan dan tingkat risiko yang sedang dihadapi. Analoginya, mesin raksasa ini walaupun berjalan relatif lambat namun konsisten. Oleh karena itu, untuk dapat melakukan prediksi short-term ke depan dengan tingkat akurasi yang terbatas, akan lebih mudah melakukannya ketimbang melakukan hal yang sama di lingkungan pasar modal atau pasar uang yang cakupan horizon waktunya lebih singkat dibanding perekonomian dan industri secara umum.

Memang, rupiah sedang melemah sangat signifikan. Tidak ada manfaatnya menyesali apapun atau menyalahkan siapapun, setidaknya untuk saat ini. Intinya, perekonomian harus diselamatkan dari potensi krisis dan turunnya kepercayaan internasional. Lalu, apa yang harus dilakukan terhadap sikon kini ? Tindakan/kebijakan apa yang perlu dan penting dilakukan/dirumuskan dalam rangka menghindari kejadian yang sama jauh sebelum terjadi bahkan dengan menilai gejalanya?

Secara taktis, harus ada koordinasi efektif antara regulatory bodies di lingkungan pasar modal dan pasar uang dalam kegiatan pasar secara harian. Secara strategis, harus ada fokus/tujuan tertentu/khusus dalam tim perumus kebijakan ekonomi pemerintah saat ini untuk memperbaiki paradigma fiskal – moneter, termasuk rumusan kebijakan di tingkat ekonomi makro dan mikro.

Nilai rupiah di pasar mata uang, tingkat suku bunga acuan di pasar uang, dan figur imbal hasil di pasar modal sedang berada dalam kondisi yang sangat unfavourable, yang jika tidak segera dibenahi akan membuat perekonomian kita masuk ke dalam jurang krisis. Tim perumus kebijakan ekonomi sebaiknya berhenti mengutak-atik hal yang cakupannya strategis untuk problematika yang membutuhkan solusi taktis. Sebaliknya, jangan juga sampai tenggelam dalam urusan jangka pendek sehingga sustainabilitas perekonomian dalam jangka panjang tidak diperhatikan.

Secara taktis, tim perumus kebijakan ekonomi di pemerintah sebaiknya secara fokus melakukan 3(tiga) hal sebagai berikut: kendalikan ketat outstanding rupiah di pasar kini untuk uang M0 hingga M2, genjot sisi supply(output) dengan merealisasi potensi para pengusaha domestik agar lebih produktif, dan meningkatkan demand di pasar negara tujuan ekspor akan produksi dalam negeri kita saat ini.

BERITA TERKAIT

Wakil Ketua MPR RI - Bangsa Indonesia Agar Komit Jaga Pancasila-NKRI

Ahmad Basarah Wakil Ketua MPR RI Bangsa Indonesia Agar Komit Jaga Pancasila-NKRI Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah…

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

OJK Minta BPR Jaga NPL

      NERACA   Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta BPR di Bali untuk menjaga pengelolaan kredit lebih…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata - Oleh ; Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Beberapa waktu lalu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekonomi kwartal III 2018 tumbuh 5,17%. Data itu juga menyebutkan kontribusi terbesar…

Kinerja Buruk PNS

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Melihat data kinerja pegawai negeri sipil (PNS) yang dipaparkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur…

Perlu Memahami Konsep TKDN

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam sistem industri harus hadir dalam dimensi…