BI akan Sesuaikan BI Rate dengan Inflasi - Jaga Ekonomi

NERACA

Jakarta - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Difi Ahmad Johansyah, mengatakan penyesuaian tingkat suku bunga (BI Rate) akan terus dilakukan sesuai dengan kondisi tekanan inflasi namun tetap mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. \"Sebenarnya memang kami mendengar ada yang minta BI menaikkan BI Rate untuk memperkuat rupiah. Tapi di sisi lain, ada yang bilang kalau BI naikin (BI Rate), BI tidak pro pertumbuhan dan tidak pro sektor riil. Jadi kita menyesuaikan BI rate sesuai dengan kondisi tekanan inflasi ke depan tapi tetap mempertahankan momentum pertumbuhan,\" ujarnya di Jakarta, pekan lalu.

Difi mengingatkan, pada masa-masa sebelumnya, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah akan selalu diiringi dengan kekeringan likuiditas dan menurut dia, hal tersebut sangat berbahaya. \"BI sudah belajar banyak dari sini, karena kalau terjadi kekeringan likuiditas yang kena itu adalah perbankan. Masih banyak bank-bank kita itu yang modalnya sedikit di atas pas-pasan,\" tuturnya.

Bank Indonesia, lanjut Difi, akan terus berupaya keras agar penyesuaian BI rate tidak memberikan dampak negatif dalam hal penjagaan likuiditas. \"Jangan lupa, kalau kita melakukan intervensi di pasar valas, itu ada efek samping yaitu kita menyedot likuiditas rupiah dari perbankan dan itu cukup besar dan itu yang kita jaga. Makanya kita juga beli SUN (surat utang negara) pemerintah, artinya kita ekspansif juga dari sisi moneter,\" katanya.

Sementara itu, terkait permasalah spekulasi valas, Difi mengatakan saat ini sulit membedakan mana yang spekluasi dan benar-benar permintaan kebutuhan sebenarnya (genuine demand) di pasar. \"Ini adalah prioritas BI, pada waktu kita terjun ke pasar, kita betul-betul melayani valas yang untuk genuie demand, pengertian genuie demand adalah mereka para importir yang mengimpor bahan baku dan mereka yang untuk bayar utang luar negeri. Itu sebagai prioritas utama kita dalam meperhatikan kebutuhan valas di pasar,\" tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Jaga Ekonomi Politik Stabil

Di tengah hiruk pikuk politik yang makin memanas jelang Pemilu 2019, kondisi ekonomi tampaknya telah memisahkan diri (decoupling) dari politik…

AMMDes Bisa Diaplikasikan dengan Alat Pembuat Es Serpihan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Hati-Hati dengan "Debt Trap Diplomacy" China

Oleh: Djony Edward Pemerintah Indonesia menawarkan 28 proyek senilai USD91,1 miliar atau setara Rp1.295,8 triliun kepada pemerintah China setelah empat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BCA Dinobatkan The World's Best Banks 2019

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2019…