BI Harus Miliki Strategi Penerbitan SDBI

NERACA

Jakarta- Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati, menyarankan Bank Indonesia (BI) harus memiliki strategi dalam penerbitan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) untuk menarik sejumlah pengusaha. \"BI sebagai bank sentral harus punya \'iming-iming\' agar menarik para pengusaha untuk membeli SDBI, sehingga diharapkan akan memasukkan kembali pemasukan untuk cadangan devisa,\" kata Enny, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, jika pemasukan untuk cadangan devisa bisa berjalan secara signifikan, bisa membantu dalam penguatan nilai tukar rupiah yang saat ini semakin menurun hingga Rp11.035 per dolar AS dibanding sebelumnya yang masih berada di posisi Rp10.086 per dolar AS. Hingga kini, cadangan devisa (cadev) menurun menjadi US$92 miliar terhitung pada 31 Juli 2013 dibanding sebelumnya US$98 miliar pada 28 Juni 2013, padahal pada Agustus 2011 cadangan devisa mencapai US$124 miliar.

Dia mengatakan strategi tersebut harus dimiliki BI agar pengusaha tidak \"memarkirkan\" uangnya di luar negeri karena devisa ekspor lebih kecil yang masuk ke dalam negeri. Kondisi tersebut disebabkan karena kegiatan ekspor impor yang menggunakan mata uang dolar AS, sehingga para pengusaha tidak mau disulitkan dengan tidak adanya mekanisme jika menggunakan rupiah. Ennny juga menilai kesulitan tersebut dialami pengusaha karena kurangnya penerapan asas resiprokal, yakni kesamaan perlakuan antara ekspansi bisnis di dalam negeri bagi bank asing dan di luar negeri bagi bank nasional.

\"Kalau tidak ada bank Indonesia misalnya di China, mereka juga kesulitan dan akan rugi, hitung-hitungan ekonominya kan begitu,\" katanya. Enny berharap penerbitan SDBI bisa menyerap suku bunga yang tinggi dan menaruh insentifnya di BI. Dia pun menyarankan BI sebagai bank sentral bisa mengupayakan strategi tersebut dalam bentuk dialog kepada para pengusaha. \"BI mau tidak mau harus menjembatani dialog secara \'reasonable\' dan rasional demi kepentingan nasional serta tidak mengesampingkan pengusaha,\" terang Enny.

Beberapa waktu lalu BI mengumumkan akan segera menerbitkan SDBI untuk mengintensifkan pengendalian ekses likuiditas yang cenderung meningkat setelah Ramadan. Selain itu, BI juga akan menerbitkan GWM-LDR untuk memperkuat penyaluran kredit dan penghimpunan dana yang \'prudent\' (hati-hati) dan GWM Sekunder untuk memperkuat manajemen likuiditas perbankan. [ant]

BERITA TERKAIT

Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun - Strategi Hilirisasi

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…

Menko PMK - Bansos Harus Mampu Ciptakan Kemandirian Ekonomi

Puan Maharani Menko PMK Bansos Harus Mampu Ciptakan Kemandirian Ekonomi Jakarta - Menko PMK Puan Maharani menegaskan bahwa bantuan sosial…

UOB Kay Hian Holding Beli 5% Saham YELO - Miliki Prospek Bisnis Bagus

NERACA Jakarta –Keyakinan memiliki prospek pasar bisnis yang cukup menjanjikan, perdagangan saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) banyak aktif…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Siapkan Rekening Simpanan untuk Devisa Ekspor

    NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyiapkan rekening simpanan khusus untuk memudahkan pengelolaan devisa hasil ekspor menyusul kebijakan memperkuat…

Perbankan Syariah Lebih Suka Akad Mudharabah

    NERACA Jakarta - Praktisi perbankan syariah dari PT Sarana Multigriya Finansial Eko Ratrianto mengatakan perbankan syariah lebih menyukai…

OJK : Kepercayaan Terhadap Pasar Keuangan Meningkat

    NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan ada indikasi bahwa kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia pada…