Menanti Eksekusi IPO Sidomuncul

Senin, 26/08/2013

Meski pasar saham tengah bergejolak, pelepasan saham ke publik melalui mekanisme penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) tetap menjadi alternatif pembiayaan yang diambil perusahaan. Salah satunya perusahaan jamu, PT Sidomuncul Tbk yang berniat melepas sekitar 10% sahamnya pada kuartal ketiga atau kuartal keempat tahun ini.

Dengan langkah tersebut, manajemen perusahaan berharap bisa mendapatkan tambahan dana sekitar Rp1 triliun-Rp1,5 triliun untuk mendukung pengembangan usaha. Perusahaan berencana memperluas pabrik miliknya di Semarang, Jawa Tengah. Perusahaan juga akan menyasar wilayah Indonesia Timur seperti Makassar, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur untuk memasarkan produk-produknya.

Untuk proses pencatatan saham ini, pihak manajemen mengatakan menggunakan laporan keuangan Maret, dan akan memprioritaskan untuk menjaring investor domestik. Karena itu, perusahaan berniat akan melakukan roadshow ke kota-kota di Indonesia seperti Semarang, Yogya, dan Surabaya. “Kita akan prioritaskan investor domestik karena produk kita sudah dikenal di sini. Yakin akan terserap.” kata CEO Sidomuncul Group, Irwan Hidayat.

Rencana pelepasan saham Sidomuncul ke publik telah diberitakan diberitakan sebelumnya. Sidomuncul menargetkan mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia pada September 2013. Seluruh persyaratan untuk IPO sedang disusun dan akan segera didaftarkan ke Otoritas Jasa Keuangan. “September 2013, kami mengharapkan sudah selesai listing di BEI. Namun, kami belum dapat menyebutkan berapa target dana yang diperoleh,” ujarnya.

Hasil penjualan saham 10% tersebut akan digunakan perusahaan untuk investasi pendidian pabrik farmasi baik melalui akuisisi maupun pengembangan teknologi. Sekaligus untuk menyelamatkan perusahaannya yang tengah memasuki generasi keempat dengan manajemen yang lebih luas lagi. Dengan go public, perusahaan diharapkan bisa lebih transparan dan bertambah profesional. (lia)