Menanti Eksekusi IPO Sidomuncul

Meski pasar saham tengah bergejolak, pelepasan saham ke publik melalui mekanisme penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) tetap menjadi alternatif pembiayaan yang diambil perusahaan. Salah satunya perusahaan jamu, PT Sidomuncul Tbk yang berniat melepas sekitar 10% sahamnya pada kuartal ketiga atau kuartal keempat tahun ini.

Dengan langkah tersebut, manajemen perusahaan berharap bisa mendapatkan tambahan dana sekitar Rp1 triliun-Rp1,5 triliun untuk mendukung pengembangan usaha. Perusahaan berencana memperluas pabrik miliknya di Semarang, Jawa Tengah. Perusahaan juga akan menyasar wilayah Indonesia Timur seperti Makassar, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur untuk memasarkan produk-produknya.

Untuk proses pencatatan saham ini, pihak manajemen mengatakan menggunakan laporan keuangan Maret, dan akan memprioritaskan untuk menjaring investor domestik. Karena itu, perusahaan berniat akan melakukan roadshow ke kota-kota di Indonesia seperti Semarang, Yogya, dan Surabaya. “Kita akan prioritaskan investor domestik karena produk kita sudah dikenal di sini. Yakin akan terserap.” kata CEO Sidomuncul Group, Irwan Hidayat.

Rencana pelepasan saham Sidomuncul ke publik telah diberitakan diberitakan sebelumnya. Sidomuncul menargetkan mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia pada September 2013. Seluruh persyaratan untuk IPO sedang disusun dan akan segera didaftarkan ke Otoritas Jasa Keuangan. “September 2013, kami mengharapkan sudah selesai listing di BEI. Namun, kami belum dapat menyebutkan berapa target dana yang diperoleh,” ujarnya.

Hasil penjualan saham 10% tersebut akan digunakan perusahaan untuk investasi pendidian pabrik farmasi baik melalui akuisisi maupun pengembangan teknologi. Sekaligus untuk menyelamatkan perusahaannya yang tengah memasuki generasi keempat dengan manajemen yang lebih luas lagi. Dengan go public, perusahaan diharapkan bisa lebih transparan dan bertambah profesional. (lia)

BERITA TERKAIT

Menanti Skema Bijak bagi Pajak E-Commerce

Oleh: Pril Huseno Pemerintah berencana akan menerapkan pengenaan pajak 0,5 persen bagi bisnis e-commerce efektif 01 April 2019 mendatang. Potensi…

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Nusantara Properti Oversubscribed

NERACA Jakarta – Pada perdagangan Jum’at (18/1), saham perdana PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) akan resmi dicatatkan di Bursa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…