KKP Siapkan Tenaga Profesional Kelautan dan Perikanan

NERACA

Jakarta - Salah satu program unggulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)untukmewujudkan SDM yang handal adalah menyelenggarakan kegiatan pendidikan bagi masyarakat. Melalui Badan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM), KKP kini mempunyai 9 Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM), 3 Akademi Perikanan (AP)serta 1 Sekolah Tinggi Perikanan (STP) di Jakarta. Dari 1.363 orang lulusan pendidikan perikanan lingkup KKP tahun 2012 yang dimonitor pada bulan Februari 2013, menunjukkan bahwa sebanyak 96% terserap didunia kerja dan 4% lainnya berwirausaha serta melanjutkan pendidikan. Sedangkan untuk lulusan pendidikan KP tahun 2013 yang baru diwisuda bulan Juni dan Juli 2013 lalu sebanyak 1.061 orang telah terserap di bidang perikanan sebanyak 711 orang atau 67%.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo, sekolah lingkup KKP seperti Sekolah Tinggi Perikanan memiliki peran penting dan strategis untuk menghasilkan sumberdaya manusia unggul dan berdaya saing. Apalagi, STP telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, terutama untuk memperkenalkan STP ke kancah internasional. Bahkan beberapa pakar di bidang Kelautan dan Perikanan baik dari negara Amerika, Eropa, Australia, termasuk Asia seperti Jepang dan Korea hadir di kampus STP untuk berbagi ilmu dan teknologi di bidang Kelautan dan Perikanan.Demikian juga beberapa tenaga pengajar STP pun saat ini ada yang sedang menimba ilmu untuk meningkatkan kapasitasnya baik pada tingkat Master (S2) maupun Doktor (S3) di Universitas yangada di negara-negaratersebut.

“Bahkan yang lebih membanggakan lagi, lulusan STP banyak yang bekerja di luar negeri dan tersebar hampir di seluruh dunia. Artinya, pendidikan tinggi STP telah mendapatkan pengakuan internasional,” kata Sharif, padaacara Wisuda STP di Jakarta, Sabtu (24/8).

Sharif menjelaskan, sejak didirikan lebih dari setengah abad lalu, Sekolah Tinggi Perikanan yang dulu dinamakan Akademi Usaha Perikanan, senantiasa dapat melayani kebutuhan SDM termasuk para penyuluh kelautan dan perikanan. Program ini juga ditujukan untuk mendukung Program Industrialisasi Kelautan dan Perikanan yang sedang tumbuh.Terutama untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing yang dilakukan secara berhati-hati, agar tidak menghasilkan dampak negatif terhadap keberlanjutan pembangunan Kelautan dan Perikanan.

Oleh karena itu, pendekatan prinsip blue economy dalam menjalankan Industrialisasi Kelautan dan Perikanan menjadi sangat relevan. “Bidang yang di tangani juga sesuai dengan perkembangan, mulai dari perintisan industri penangkapan ikan, pengembangan budidaya perikanan, maupun modernisasi pengolahan ikan,” jelasnya.

Peduli dan Profesional

Sharif menegaskan, STP diharapkan terus meningkatkan kapasitas dan kualitas dalam beberapa hal.Diantaranya, menanamkan moral mulia bagi taruna dan lulusannya. Disamping pembinaan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga senantiasa mendidik kejujurandankedisiplinan.Kedua, meningkatkan profesionalisme dan jiwa kewirausahaan, sehingga para taruna dan lulusannya sangat memahami teknologi.

Perguruan tinggi vokasi ini harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, serta tidak lupa turut melestarikan kualitas lingkungan. “Akan lebih baik, kalau STP bisa secara kreatif dapat menjadi pelopor pemecahan permasalahan teknologi, yang dihadapi masyarakat, maupun kalangan industri,” ujarnya.

Langkah ketiga,menurut Sharif, para taruna dan lulusannya harus dididik untuk peduli kepada masyarakat nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan. Segmen masyarakat tersebut masih banyak yang dalam kondisi ekonomi lemah, terutama yang berdomisili di pulau-pulau kecil atau lokasi terpencil. Salah satu cara untuk meningkatkan kehidupannya adalah melalui pendidikan.

Oleh karena itu, penerimaan taruna dari keluarga pelaku utama perikanan adalah salah satu langkah kreatif dan positif yang harus tetap didukung. “Namun tentu saja jangan sampai mengabaikan kualitasnya, baik pada mutu peserta didik, ataupun dampaknya terhadap kualitas lembaga pendidikannya,” tambahnya.

Ciri khas STP yang mengacu pada standar internasional harus tetap dipertahankan. Aspek pembinaannya baik pada kurikulum, kualitas tenaga pengajar, maupun sarana-prasarananya. Apalagi,tantangan yang dihadapi adalah berusaha tetap unggul dalam era globalisasi ekonomi dan teknologi. Kunci utama keberhasilan melaksanakan tugas yang tidak sederhana ini adalah memiliki SDM yang berstandar internasional pula.

“Untuk memperluas cakupan rumpun ilmu kelautan dan memenuhi kebutuhan SDM diharapkan STP meningkatkan status kelembagaan menjadi Institut Kelautan dan Perikanan Nasional (IKPN) serta meningkatkan kapasitas dan profesionalisme tenaga pendidik serta mengembangkan program pascasarjana S2 dan S3, khususnya di bidang Bisnis Perikanan,“ ujarnya.

Sebelumnya, menurut Kepala BPSDM KP, Suseno Sukoyono, pendidikan kelautan dan perikanan yang diselenggarakan meliputi jenjang pendidikan menengah kejuruan dan pendidikan tinggi yang menyebar di seluruh Indonesia. Pendidikan pendidikan menengah kejuruan memiliki empat program keahlian yaitu Nautika Perikanan Laut, Teknika Perikanan Laut, Teknologi Budidaya Perikanan dan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, yang diselenggarakan pada sembilan satuan pendidikan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) yang berlokasi di Aceh, Pariaman, Kota Agung, Pontianak, Tegal, Bone, Ambon, Sorong, dan Kupang.

Related posts