Laba Bank Muamalat Rp372,2 Miliar

Senin, 26/08/2013

NERACA

Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berhasil membukukan laba sebesar Rp372,2 miliar pada Juni 2013, naik Rp126,15 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp246,05 miliar. Direktur Utama Bank Muamalat, Arviyan Arifin, mengatakan pada periode ini perseroan tercatat sebesar Rp47,92 triliun. “Ini meningkat 46,6% secara tahunan dari posisi semester I 2012 sekitar Rp32,69 triliun,” ujar Arviyan, dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (24/8), pekan lalu. Sedangkan dari sisi pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp35,61 triliun atau naik sekitar 38,85% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp25,65 triliun (yoy). “Pertumbuhan DPK diikuti dengan pertumbuhan dana ritel dari produk-produk Tabungan (Saving Accounts) yang mencapai 31,8% menjadi Rp 9,47 triliun,” katanya.

Arviyan mengatakan, produk tabungan Muamalat Prima juga memiliki peran penting dalam peningkatan DPK ritel. “Total dana yang dihimpun dari produk tabungan premium ini meningkat sangat signifikan menjadi Rp 1,43 triliun, dari posisi semester I 2012 yang hanya Rp 4,1 miliar,” ujarnya. Tidak hanya itu, perluasan jaringan dan e-channel Bank Muamalat sepanjang semester I 2013 juga menjadi salah satu kontributor pendukung tumbuhnya tabungan. Selain itu, Bank Muamalat menambah 23 kantor kas berjalan atau mobile branch sehingga jumlahnya menjadi 53 unit dan rencananya akan ditambah sekitar 64 unit hingga akhir tahun.

Mobile branch didistribusikan secara merata, bahkan hingga ke kawasan Indonesia Timur seperti Manado, Gorontalo, Makasar, Jayapura, Timika dan Kupang, hal ini dilakukan untuk meningkatkan akuisisi nasabah. Mobile branch melengkapi 453 kantor layanan di penjuru Indonesia serta 1113 unit ATM Muamalat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari sisi pembiayaan yang telah disalurkan, mencapai Rp38,11 triliun atau tumbuh 47,9% dari Rp25,77 triliun dalam periode satu tahun. Selain itu, Bank Muamalat juga tetap menjaga tingkat pembiayaan bermasalah (NPF-nett) yakni tetap di level 1,86% atau berkurang dari periode yang sama tahun lalu yakni 1,94%.

Sepanjang semester I 2013, Bank Muamalat mengakui banyak menjalankan persiapan untuk melantai di bursa. Aksi korporasi yang dilakukan dalam bentuk rights issue dan secondary public offering ini ditargetkan dapat menghimpun dana senilai Rp1,5 triliun. Kedua agenda tersebut melengkapi aksi korporasi sebelumnya dalam rangka memperkuat struktur permodalan, diantaranya penerbitan Sukuk Subordinasi Berkelanjutan sebesar Rp1,5 triliun yang tahun 2012 dan semester I 2013. "Kami optimis rights issue dan secondary public offering akan terealisasi setidaknya pada kuartal IV 2013," tandas dia. Sebelumnya, Direktur Retail Banking Bank Muamalat, Adrian A Gunadi, mengatakan perseroan berani menargetkan pertumbuhan untuk perolehan dana haji sekitar 50% dari total dana haji yang ada saat ini sebesar Rp1 triliun. Dia juga mengatakan, perseroan akan memanfaatkan dana haji untuk investasi jangka panjang, seperti investasi di sektor energi.

Adrian juga menjelaskan, untuk menjaring dana haji yang lebih banyak dari masyarakat, perseroan akan menyediakan ‘Tabungan Rencana Haji’ dan meningkatkan produk tersebut. Karena selama ini, lanjut dia, tabungan Haji di Bank Muamalat masih ditopang dana talangan haji. “Sekarang dana talangan haji sudah tidak bisa (menopang) lagi karena sesuai dengan kebijakan baru Kemenag, di mana jamaah yang berangkat haji menggunakan dana talangan dianggap belum mampu menjalankan ibadah haji,” paparnya. [sylke]