Pasar Saham Masih Cemaskan Likuiditas

Senin, 26/08/2013

NERACA

Jakarta-Akibat dipukul sentimen negatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan kemarin melorot 398,83 poin atau sebesar 8,73%, lebih parah dari pekan sebelumnya yang hanya mengalami penurunan 72,13 poin atau sebesar 1,55%. Proyeksinya, IHSG pada pekan depan akan berada pada rentang support 4025-4137 dan resistance 4235-4568.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola menyerupai seperti downtrend continuation di bawah lower bollinger bands. MACD masih menurun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William\'s %R, dan Stochastic bergerak turun di area oversold. “Potensi terkoreksi masih tetap ada jika tidak adanya sentimen-sentimen positif yang dapat mengimbanginya, maupun jika tidak adanya upaya untuk menahan pelemahan ini dengan menambah likuiditas.” katanya di Jakarta, Minggu (25/8)

Diperkirakan, sambung dia, pada pekan depan IHSG akan berada pada rentang support 4025-4137 dan resistance 4235-4568. Pelaku pasar dapat mencermati sektor pertambangan, perkebunan, infrastruktur, dan properti. “Semoga IHSG bisa bertahan di atas target support kami.” ucapnya.

Dia menilai, sejumlah saham yang dapat diperhatikan antara lain PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Vale Indonesia Tbk (MDLN), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen antara lain balance of trade New Zealand; Consumer confidence and industrial production Korea Selatan; Foreign Direct Investment China; Foreign bond investment and inflation rate Jepang; GDP Inggris; Consumer confidence, unemployment rate, retail sales, and inflation rate Jerman.

Selain itu juga GDP growth rate Spanyol; Retail sales Italia; Business confidence Perancis; Markit service PMI, consumer confidence, and markit manufacturing PMI Zona Euro; Durable goods order, Chicago PMI, consumer confidence, manufacturing index, and initial jobless claims Amerika Serikat; dan lainnya.

Reza menambahkan, pekan kemarin menjadi pekan yang berat untuk IHSG karena tidak diimbangi dengan positifnya sentimen yang ada sehingga hanya dimanfaatkan untuk profit taking. Bahkan adanya pernyataan, pidato, maupun komentar-komentar dari para pejabat yang memperlihatkan seolah-olah ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang baik tidak membuat kondisi pasar semakin membaik.

Sebaliknya, pelaku pasar justru memperbesar daya jualnya. Investor asing tercatat melakukan nett sell sebesar Rp 5,72 triliun, jauh lebih tinggi dari pekan sebelumnya sebesar Rp1,37 triliun. Tercatat, selama sepekan kemarin IHSG tercatat mengalami penurunan -398,83 poin (-8,73%) atau lebih parah dari pekan sebelumnya yang juga turun -72,13 poin (-1,55%). Dalam penurunan ini IDX30 memimpin dengan melemah -9,41% diikuti indeks LQ45 dan MBX yang masing-masing turun -9,17% dan -8,84%.

Di sisi lain, laju indeks sektoral mayoritas juga melemah. Penguatan hanya terjadi pada indeks pertambangan yang masih berada pada jalur hijau dalam dua pekan berturut-turut dengan kenaikan mencapai 5,46%. Sementara pelemahan dipimpin indeks properti yang melemah -16,16%, diikuti indeks perdagangan -10,22%, dan keuangan -10,04%. (lia)