Modernland Rencanakan Stock Split Saham

NERACA

Jakarta - Perusahaan properti, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) berencana melakukan pemecahan saham (stock split) untuk membuat lebih likuid perdagangan sahamnya di tengah kondisi IHSG yang belum mampu bergerak ke level aman. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Rencananya, perseroan akan mengusulkan pemecahan saham ini pada rapat umum pemegang saham (RUPS) 27 September mendatang. Tahun ini, secara optimis perseroan targetkan laba naik 207,13 % atau mencapai Rp800 miliar dari laba tahun lalu Rp260,47 miliar.

Disebutkan, laba ini akan didapat dari target pendapatan usahanya yang telah direvisi menjadi Rp2 triliun dari Rp1,4 triliun. Sebagai informasi, semester pertama 2013 perseroan mencatatkan laba mencapai Rp144,2 miliar atau naik hampir enam kali lipat dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp25,147 miliar.

Perseroan belum lama ini menjual 150 hektar lahan yang dimiliki kepada PT Tangerang Matra Real Estate senilai Rp3 triliun dan membeli 750 hektar lahan di timur Jakarta dan 400 hektar di Serang. Selain itu, perseroan akan menerbitkan oligasi senilai US$300 juta atau setara Rp2,9 triliun dengan suku bunga maksimal 10%.

Nantinya, dana hasil penerbitan oligasi tersebut akan digunakan perseroan untuk akuisisi lahan yang strategis dan memiliki potensi nilai jual yang tinggi guna mengembangkan proyek-proyek perseroan dan kinerja perusahaan ke depan. Selain untuk akuisisi sejumlah lahan, dana hasil obligasi akan digunakan untuk membayar utang jangka panjang perseroan sebesar Rp447,21 miliar. Penerbitan dan penawaran obligasi ini rencananya akan ditawarkan di luar Indonesia.

Selain obligasi, perseroan juga akan menerbitkan notes senilai US$300 juta. Sekitar US$275 juta akan digunakan untuk mengakuisisi saham perusahaan properti. Sedangkan sisanya akan dipakai untuk meminimalisasi beban utang jangka panjang perseroan.

Akuisisi lahan cukup gencar dilakukan perseroan dengan menargetkan akuisisi 1.300 hektar di wilayah Jakarta Timur. Target tahun ini dapat mengakuisisi 750 hektar dan sisanya pada tahun 2014. Rencananya, setengah dari lahan ini akan dijadikan kawasan industri, dan sisanya dikembangkan sebagai kawasan perumahan (residensial).

Perseroan juga berniat menambah konsesi di Kawasan Industri Modern Cikande, Banten. Tahun lalu membeli lahan seluas 375 hektar di lokasi tersebut. Perusahaan ingin menambah sekitar 1.000 hektar lagi total land bank perseroan mencapai 420 hektar yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, perusahaan juga akan membangun hotel bintang lima di Cikande tahun ini. (nurul)

BERITA TERKAIT

NH Korindo Rekomendasi Beli Saham PPRO - Harga Wajar Rp 260 Persaham

NERACA Jakarta - Nilai wajar harga saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mencapai Rp260 per unit, lebih tinggi sekitar 32%…

Tahun Depan, Bank Jatim Buyback Saham - Siapkan Dana Rp 1,01 Miliar

NERACA Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di pasar reguler pada…

Aturan Saham IPO Dongkrak Investor Baru

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio menilai bahwa kajian mengenai aturan untuk meningkatkan alokasi saham bagi investor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Edukasi Literasi Keuangan - Asuransi Simas Sambangi Siswa Bukittinggi

NERACA Jakarta - Asuransi Sinar Mas (Simas) melanjutkan literasi keuangan untuk mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka meningkatkan…

Bukalapak Sabet Tiga Piala Citra Pariwara

Bukalapak, pasar online terbesar di Indonesia berhasil memenangkan penghargaan Citra Pariwara 2017, salah satu penghargaan bergengsi bagi insan kreatif dan…

MNC Investama Bayar Utang US$ 215 Juta

Pangkas beban utang, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melunasi pinjaman berdenominasi dollar AS yang segera jatuh tempo. Perusahaan tercatat…