Awal Pekan, IHSG Diprediksi Bergerak Menguat

Senin, 26/08/2013

NERACA

Jakarta –Perdagangan akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup di zona merah dengan terkoreksi tipis 1,586 poin (0,04%) ke level 4.169,827. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,242 poin (0,04%) ke level 689,256. Tercatat selama sepekan kemarin, kinerja indeks BEI terus melemah dan hanya mampu sekali menguat lantaran di picu borong saham yang dilakukan Jamsostek.

Aksi jual investor di akhir penutupan pasar menjadi pemicunya indeks BEI melemah, “IHSG sempat menguat pada sesi pertama, namun aksi jual akibat ketidakpuasan pelaku pasar terhadap paket stimulus pemerintah membuat indeks BEI terkoreksi lagi," kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko di Jakarta akhir pekan kemarin.

Walaupun demikian, dia menambahkan, secara teknikal indeks BEI masih memiliki potensi penguatan lebih lanjut sehingga pelaku pasar masih optimistis dengan pergerakan indeks di kisaran 4.030--4.350 poin. Karena itu, dia merekomendasikan beberapa saham yang layak dikoleksi pada perdagangan Senin awal pekan, yakni Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Wijaya Karya (WIKA), Alam Sutera Realty (ASRI), Media Nusantara Citra (MNCN).

Sementara Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada menambahkan, penguatan di tengah tren pelemahan sering dimanfaatkan untuk melakukan ambil untung, namun pelemahan indeks BEI pada akhir pekan kemarin masih terbatas, “Kondisi bursa saham di kawasan Asia juga mayoritas bergerak dalam area negatif,”ujar dia.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, saham-saham yang sempat naik tinggi langsung jadi sasaran jual. Saham-saham tambang dan infrastruktur masih bisa menguat. Aksi jual tak hanya dilakukan asing, tapi juga investor domestik. Transaksi investor asing hingga penutupan pasar tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 196,2 miliar di seluruh pasar. Dana asing yang keluar dari lantai bursa tidak sebesar perdagangan sebelumnya.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 166.014 kali pada volume 5,001 miliar lembar saham senilai Rp 5,567 triliun. Sebanyak 123 saham naik, sisanya 135 saham turun, dan 82 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia tak lagi kompak bergerak di zona merah, sore ini bergerak mixed. Hanya bursa Jepang yang bisa mempertahankan momentum dengan menguat lebih dari dua persen. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 30.300, Lippo Insurance (LLPGI) naik Rp 325 ke Rp 3.125, Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 300 ke Rp 4.600, dan Bayan (BYAN) naik Rp 300 ke Rp 7.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.450 ke Rp 65.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 3.600, Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 29.000, dan Nippon Indosari (ROTI) turun Rp 450 ke Rp 6.700.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melesat naik 59,437 poin (1,42%) ke level 4.230,850. Sementara Indeks LQ45 melonjak 11,708 poin (1,70%) ke level 701,206. Saham berbasis tambang dan infrastruktur memimpin penguatan di sesi pertama. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 94.150 kali pada volume 2,612 miliar lembar saham senilai Rp 2,77 triliun. Sebanyak 165 saham naik, sisanya 55 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Bursa-bursa regional masih kompak menguat di zona hijau dipimpin oleh bursa saham Jepang yang melonjak lebih dari dua persen. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 37.850, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 30.500, United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 15.500, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 450 ke Rp 13.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.250 ke Rp 66.000, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 200 ke Rp 2.850, Toba Pulp (INRU) turun Rp 190 ke Rp 610, dan Mitrabahtera (MBSS) turun Rp 150 ke Rp 1.100.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 24,68 poin atau 0,59% ke posisi 4.196,09. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 6,27 poin (0,91%) ke level 695,78, “Pada perdagangan kemarin, indeks BEI berada dalam area negatif. Namun, beberapa saham terlihat 'rebound', kondisi itu berlanjut diakhir pekan," kata Reza Priyambada.

Analis Sinarmas Sekuritas, Tessa Mulia sempat memperkirakan pada perdagangan Jumat akhir pekan, secara teknikal indeks BEI akan bergerak di kisaran 4.000-4.313 poin, “Data klaim pengangguran AS diperkirakan meningkat, kemudian data flash manufacturing juga akan memberikan sentimen tambahan terhadap pergerakan indeks BEI,”ujar dia.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 140,95 poin (0,64%) ke level 22.036,35, indeks Nikkei-225 naik 345,25 poin (2,58%) ke level 13.710,45, dan Straits Times menguat 10,34 poin (0,33%) ke posisi 3.099,27. (bani)