Tingkatkan Penjualan, Mayora Eksis Dalam Pameran PRJ

Dekatkan Brand Kepada Konsumen

Jumat, 23/08/2013

NERACA

Jakarta – Hari jadi ulang tahun Jakarta selalu identik dengan Peken Raya Jakarta (PRJ) atau lebih dikenal dengan sebutan Jakarta Fair. Pasalnya, setiap tahunnya event PRJ selalu mendatangkan banyak pengunjung sehingga begitu populer seantero nusantara dan mungkin juga di mancanegara, sehingga banyak orang yang tergila-gila datang ke Ibukota. Ketika arenanya masih berlokasi di seputar Monas, PRJ benar-benar menjadi hiburan murah meriah bagi warga masyarakat baik yang bermukim di Ibukota dan sekitarnya maupun yang datang dari seluruh pelosok tanah air. Berbagai macam hiburan, pameran aneka kerajinan khas dari seluruh provinsi di tanah air serta penjualan bermacam-macam produk dengan harga yang terjangkau, setiap tahun dapat dijumpai dalam arena PRJ.

Dalam perjalanannya, penyelenggaraan PRJ pun mengalami pasang surut perkembangan dari tahun ke tahun, bahkan ada saat dimana agenda tahunan yang diadakan dalam rangkaian HUT Jakarta ini, kurang diminati atau sepi pengunjung. Setelah ditangani dan dikelola oleh PT JIExpo, penyelenggaraan PRJ dalam beberapa tahun terakhir ini kembali menunjukkan geliat dan cukup bergengsi. Warga masyarakat pun jadi antusias mengunjungi PRJ, selain karena sajian hiburan juga karena alasan berburu berbagai produk lokal dan impor yang dijual dengan harga agak miring.

Perburuan yang unik di arena PRJ adalah beragam kuliner tradisional hingga makanan cepat saji dengan harga yang terjangkau. Melihat potensi pasar yang cukup besar di event tahunan dan terlama hingga terbesar di Asia, membuat banyak produsen minuman untuk ambil bagian dalam pameran tersebut untuk mencari keuntungan dan terlebih potensi pasar di Indonesia saat ini cukup besar.

Meskipun selama sebulan penjualan di PRJ selalu didominasi produk otomotif seperti penjuakan motor, namun hasil penjualan minuman dan makanan cepat saji juga tidak kalah besarnya. Peluang inilah yang selalu dimanfaatkan PT Mayora Indah Tbk yang juga berbinis minuman ringan dan cepat saji ini selalu hadir dalam pameran PRJ. Bahkan perseroan menilai, pameran PRJ menjadi tolak ukur produk penjualan dan termasuk minuman seperti Teh Pucuk Haru, Kopiko78C dan Q-Guava. Ketiga minuman dengan variasi rasa ini sudah dijual bebas di pasaran.

Setiap pengunjung yang hadir dalam pameran PRJ dipastikan akan selalu mudah menemukan tiga produk unggulan minuman Mayora. Hal ini dilakukan merupakan bagian strategi perseoan untuk mendekatkan produk minuman perseroan kepada pengunjung dan melekatkan brand produk kepada masyarakat luas. Tidak hanya itu, pelayanan perseroan diberikan layanan live music dari indie band yang menghibur di kala lelah usai berbelanja.

Sementara itu, stand minuman Kopiko78C pun tak kalah menyemarakkan suasana PRJ. Minuman ini paling banyak digemari kalangan anak muda. Selain penampilannya yang modis juga harga yang ditawarkan terjangkau.

Kemudian bagi pengunjung PRJ pecinta minuman rasa buah guava, Mayora juga hadirkan standnya dengan menjual dua botol Q-Guava dengan harga Rp 5.000,-, pengungjung sudah bisa mendapatkan rasa orisinil guava dari minuman tersebut.

Perseroan mengungkapkan, hadirnya Kopiko 78 adalah strategi perseroan mengulang kesuksesan minuman Teh Pucuk Harum. Kopiko 78 diklaim adalah minuman kopi latte dengan kemasan botol PET 250 ml pertama di Indonesia. Melihat kemasan, harga dan iklannya produk minuman RTD (ready to drink) ini tergolong produk premium.

Potensi Pasar

Disebutkan, hingga akhir tahun ini pasar minuman ringan bakal tumbuh 10%-11% menjadi Rp 326,7 triliun-Rp 329,6 triliun dibanding tahun 2012. Menurut asosiasi industri, Kenaikan itu ditopang pertumbuhan volume konsumsi."Pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan masyarakat menjadi pendorong pertumbuhan pasar minuman ringan tahun ini," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Farchad Poeradisastra.

Selain itu, peningkatan pendapatan akan mendorong konsumsi per kapita lebih besar dibanding tahun lalu. Tidak hanya itu, pertumbuhan pasar juga karena Indonesia menjadi negara alternatif tujuan ekspor minuman ringan dari sejumlah negara. "Krisis yang terjadi di Eropa menjadikan Indonesia sebagai fokus tujuan ekspor baru,”ujar dia.

Sementara Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) memperkirakan penjualan air minum kemasan di 2013 tumbuh 11%-15% menjadi 21,9 miliar liter-22,7 miliar liter dibandingkan proyeksi tahun lalu sebesar 19,8 miliar liter.

Kata Sekretaris Jenderal Aspadin, Rembang Kayo, kenaikan itu ditopang pertumbuhan permintaan seiring kenaikan konsumsi air minum kemasan, “Air minum kemasan saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan pokok di masyarakat, tidak seperti beberapa tahun yang lalu,”tuturnya.

Pada semester pertama tahun ini, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan pendapatan hingga semester pertama sebesar Rp5,79 triliun, atau naik 6,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,44 triliun. Sementara laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga semester pertama 2013 Rp451,51 miliar, naik 34,28% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp336,23 miliar.

Disebutkan, beban pokok penjualan perseroan pada semester pertama menjadi Rp4,30 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,32 triliun. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp1,49 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,12 triliun.

Di tahun ini, produsen makanan dan minuman dalam kemasan ini optimistis menargetkan penjualannya dapat menembus angka Rp12 triliun. Hal tersebut disiasati perseroan dengan meningkatkan produksi untuk pasar ekspor pada beberapa negara. “Target penjualan sekitar Rp12 triliun dengan peningkatan ekspor lebih dari 35%.” kata Sekretaris Perusahaan, Yuni Gunawan.

Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor perseroan, menurut Yuni antara lain China, Filipina, Thailand, Vietnam, India, dan Myanmar. Selain itu, di setiap divisi, Mayora memiliki produk unggulan yang menjadi market leader (pemimpin pasar). Produk-produk yang memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan mulai dari permen, kopi, biskuit, cereal, wafer dan coklat. (bani)