BUMN Jangan Membuat Kepanikan Pasar

Lepas Saham Ambil Untung

Jumat, 23/08/2013

NERACA

Jakarta— Kembali terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG) 47,035 poin (1,11%) ke level 4.171,413 pada perdagangan Kamis kemarin, mendesak pemerintah untuk segera melakukan intervensi. Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah menyerukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk buy back saham.

Tidak hanya itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan juga meminta, perusahaan BUMN baik perusahaan BUMN Tbk, asuransi, serta dana pensiun untuk tidak melakukan pelepasan saham di tengah kondisi IHSG yang belum membaik. Alasannya, kondisi tersebut akan memicu kepanikan, “Intinya, tidak boleh melepas saham karena itu memberikan kepanikan dan dana pensiun tidak boleh mengambil keputusan dan bank juga harus masuk dalam koordinasi,”katanya di Jakarta, Kamis (22/8).

Lanjut Dahlan, kedepan BUMN juga tidak diperkenankan mengambil langkah penyelamatan saham BUMN, seperti membeli saham sebelum adanya koordinasi. Disamping itu, dia juga mengklaim, penguatan IHSG Rabu (21/8) kemarin berkat dukungan perusahaan BUMN yang membeli saham serta membeli kembali (buyback) sahamnya, “Buyback sudah dilakukan oleh teman BUMN dan berhasil rebound,”ungkapnya.

Menurut dia, ada beberapa direksi BUMN yang mengambil langkah penyelamatan dengan cepat, namun terganjal birokrasi karena wajib berkoordinasi dengan pemegang saham. “Inilah bedanya BUMN dan swasta. Ada direksi BUMN yang harus rela berkorban sehingga mungkin tidak memuaskan profesionalisme direksi itu karena profesionalismenya tidak bisa diterapkan sepenuhnya. Direksi itu berpikiran saat ini langkah yang tepat untuk mengambil langkah,"jelas dia.

Asal tahu saja, Sekretaris Kementerian BUMN Imam A. Putro mengungkapkan ada dua BUMN yang siap melakukan buyback saham diantaranya, PT Bukit Asam Tbk dan PT Semen Indonesia Tbk. Disebutkan, kedua perusahaan itu sudah mengusulkan rencana dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Namun, waktu pelaksanaannya tergantung dari kondisi pasar dan dana.

Sementara Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro meminta BUMN untuk tanggap (aware) terhadap peluang apabila melakukan buyback saham., “Kalaupun buyback harus dalam posisi yang bagus dan mendapatkan keuntungan dari langkah tersebut,”ujar Bambang.

Hal senada juga disampaikan pengamat bursa Alfred Nainggolan, ditengah terkoreksinya indeks BEI, investor lokal diharapkan berani melakukan pembelian saham dan sedangkan BUMN segera melakukan buy back. Merespon kondisi anjloknya kondisi pasar, PT Jamsostek menyatakan siap menggelontorkan dana investasi mencapai triliunan rupiah untuk beli saham blue chip di pasar modal.

Direktur Utama Jamsostek Elvyn G. Masassya mengatakan, anjloknya IHSG membuat banyak saham unggulan yang harganya jadi murah,”Kita akan alokasi saham dan obligasi triliunan,”paparnya.

Disebutkan, langkah Jamsostek ini ditempuh untuk me-rebuilding atau memulihkan harga saham-saham blue chip sedang turun dan harga saham yang terseok-seok merupakan momentum tepat untuk membeli saham. (bani)