Energi Raih Kontrak Gas di Riau Hingga 2021

Harga Jual US$ 4.7/ MMBTU

Jumat, 23/08/2013

NERACA

Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten migas dari grup Bakrie telah menandatangani perjanjian untuk memproduksi dan menjual gas hingga Mei 2021 melalui anak usahanya sebagai operator atas blok Bentu PSC di Riau, Sumatra. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (22/8).

Disebutkan, perjanjian ini ditandangani dengan perusahaan daerah Tuah Sekata untuk memproduksikan dan menjual 3 juta kaki kubik gas per hari. Harga penjualan disetujui senilai US$4.7/mmbtu dengan volume gas yang dikontrakkan mnecapai 8,1 miliar kaki kubik gas. Kenaikan harga jual gas sebesar 3% setiap 2 tahun termasuk dalam perjanjian tersebut, “Selain itu, penjualan gas dari Bentu PSC kepada Perusahaan Daerah Tuah Sekata (Badan Usaha Milik Daerah – Kabupaten Pelalawan, Riau) telah disetujui oleh SKK Migas. Ini menunjukan komitmen yang kuat dari SKK Migas dan EMP Bentu Limited (operator dari Bentu PSC) terhadap pengembangan komunitas setempat di kabupaten Pelalawan tersebut,”kata Direktur Utama Perseroan, Imam Agustino.

Dia menambahkan, Blok Bentu PSC menjadi salah satu aset yang akan mendorong peningkatan produksi Perusahaan di tahun 2013. Perseroan memiliki 11 aset minyak dan gas yang saat ini dioperasikan dan berharap dapat mencapai produksi di atas 50.000 barel ekuivalen per harinya sepanjang tahun 2013. Kinerja produksi tersebut dinilai merefleksikan kenaikan sebesar 32% dari produksi tahun lalu.

Pada 2012 lalu, Bentu PSC memproduksi 16 juta kaki kubik volume gas per hari. Jumlah ini meningkat menjadi 28 juta kaki kubik gas per hari dalam semester pertama tahun 2013, dan perseroan berharap dapat terus meningkat hingga akhir tahun. Hasil produksinya ini, dijual sebagian besar kepada Riau Andalan Pulp & Paper dan PLN Pekanbaru dengan harga lebih dari US$ 5/mmbtu.

Berdasarkan laporan keuangan 2012, perseroan membukukan laba bersih US$15,29 juta atau meningkat 30,24% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya US$11,74 juta. Pendapatan perseroan juga meroket hingga 170,61% menjadi US$654,59 juta dari US$241,89 juta.

Sementara, beban pokok penjualan perseroan juga ikut naik hingga 212,88% menjadi US$445,59 juta dari US$142,41 juta, sehingga laba bruto perseroan naik 110,09% menjadi US$208,99 juta dari US$99,48 juta. Beban usaha naik 38,87% menjadi US$12,8 juta dari US$9,22 juta, dan laba usaha perseroan tumbuh hingga 117,36% menjadi US$196,19 juta dari US$90,26 juta. (nurul)