Energi Raih Kontrak Gas di Riau Hingga 2021 - Harga Jual US$ 4.7/ MMBTU

NERACA

Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten migas dari grup Bakrie telah menandatangani perjanjian untuk memproduksi dan menjual gas hingga Mei 2021 melalui anak usahanya sebagai operator atas blok Bentu PSC di Riau, Sumatra. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (22/8).

Disebutkan, perjanjian ini ditandangani dengan perusahaan daerah Tuah Sekata untuk memproduksikan dan menjual 3 juta kaki kubik gas per hari. Harga penjualan disetujui senilai US$4.7/mmbtu dengan volume gas yang dikontrakkan mnecapai 8,1 miliar kaki kubik gas. Kenaikan harga jual gas sebesar 3% setiap 2 tahun termasuk dalam perjanjian tersebut, “Selain itu, penjualan gas dari Bentu PSC kepada Perusahaan Daerah Tuah Sekata (Badan Usaha Milik Daerah – Kabupaten Pelalawan, Riau) telah disetujui oleh SKK Migas. Ini menunjukan komitmen yang kuat dari SKK Migas dan EMP Bentu Limited (operator dari Bentu PSC) terhadap pengembangan komunitas setempat di kabupaten Pelalawan tersebut,”kata Direktur Utama Perseroan, Imam Agustino.

Dia menambahkan, Blok Bentu PSC menjadi salah satu aset yang akan mendorong peningkatan produksi Perusahaan di tahun 2013. Perseroan memiliki 11 aset minyak dan gas yang saat ini dioperasikan dan berharap dapat mencapai produksi di atas 50.000 barel ekuivalen per harinya sepanjang tahun 2013. Kinerja produksi tersebut dinilai merefleksikan kenaikan sebesar 32% dari produksi tahun lalu.

Pada 2012 lalu, Bentu PSC memproduksi 16 juta kaki kubik volume gas per hari. Jumlah ini meningkat menjadi 28 juta kaki kubik gas per hari dalam semester pertama tahun 2013, dan perseroan berharap dapat terus meningkat hingga akhir tahun. Hasil produksinya ini, dijual sebagian besar kepada Riau Andalan Pulp & Paper dan PLN Pekanbaru dengan harga lebih dari US$ 5/mmbtu.

Berdasarkan laporan keuangan 2012, perseroan membukukan laba bersih US$15,29 juta atau meningkat 30,24% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya US$11,74 juta. Pendapatan perseroan juga meroket hingga 170,61% menjadi US$654,59 juta dari US$241,89 juta.

Sementara, beban pokok penjualan perseroan juga ikut naik hingga 212,88% menjadi US$445,59 juta dari US$142,41 juta, sehingga laba bruto perseroan naik 110,09% menjadi US$208,99 juta dari US$99,48 juta. Beban usaha naik 38,87% menjadi US$12,8 juta dari US$9,22 juta, dan laba usaha perseroan tumbuh hingga 117,36% menjadi US$196,19 juta dari US$90,26 juta. (nurul)

BERITA TERKAIT

Ridwan Kamil Raih Penghargaan OpenGov untuk Program Desa Digital

Ridwan Kamil Raih Penghargaan OpenGov untuk Program Desa Digital   NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menerima penghargaan…

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 48,69 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengantongi mandat pemeringkatan dalam rangka penerbitan obligasi korporasi senilai Rp48,69 triliun hingga…

Pemerintah Serius Atur Strategi Tekan Harga Tiket Pesawat

NERACA Jakarta – Pemerintah sedang mengatur strategi untuk menekan harga tiket pesawat agar tidak terlalu tinggi sehingga masyarakat mampu membeli…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…