Bank Mandiri Terbitkan D-Card

Mudahkan Transaksi Keuangan Distribusi Air Kemasan

Jumat, 23/08/2013

NERACA

Jakarta - Untuk memudahkan transaksi keuangan agen dan distributor air minum kemasan Viro atau produk milik PT Tirta Amarta, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menerbitkan kartu kredit Mandiri Visa Distribution Card (D-Card) bagi produsen. “Langkah penerbitan ini dilakukan untuk mendorong peningkatan transaksi kartu kredit Bank Mandiri,” ujar EVP Coordinator Consumer FinanceBank Mandiri, Tardi dalam keterangan persnya di Jakarta, kemarin.

Tardi juga mengatakan, dalam proses penjualan barang dari produsen ke jaringan distribusi, penggunaan kartu kredit merupakan solusi terbaik yang dapat dikembangkan. “Selain itu langkah ini juga dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan dan efisiensi dalam bertransaksi dan pengelolaan piutang dagang bagi produsen, sehingga dapat mengurangi processing cost,” kata Tardi.

Selain itu, kartu ini juga dapat menghilangkan fungsi penagihan dari bagian penjualan karena tenaga penjual tidak lagi menagih langsung pembayaran dari agen atau toko saat barang dikirim . “Ini juga dapat meminimalisir penyalahgunaan uang pembayaran dari agen atau toko,” imbuh dia.

Mandiri D-Card juga dapat membantu agen maupun toko dalam pembelian barang inventori tanpa uang tunai (cashless). Pasalnya, jangka waktu pembayaran dapat lebih panjang dan tanpa bunga. Sebagai tahap awal, D-Card Tirta Amarta akan diberikan kepada 100 agen penjualan dan akan dikembangkan hingga 4.000 agen dalam tiga tahun.

Menurut Tardi, Bank Mandiri pada waktunya akan mengembangkan D-Card dengan menjaring perusahaan lain yang memiliki jaringan distribusi luas, sehingga mampu mendorong pertumbuhan kartu kredit Bank Mandiri yang ditargetkan tumbuh 34% pada tahun ini.

Hingga Juni 2013, Bank Mandiri telah menerbitkan lebih dari 3 juta kartu kredit dengan jumlah transaksi mencapai lebih dari 13 juta senilai lebih dari Rp10 triliun. Nilai transaksi itu tumbuh 24,23% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelumnya diketahui, aset perseroan tumbuh 17,6% menjadi Rp672,2 triliun. Selisih bunga bersih ataunet interest margin(NIM) naik 10 bps menjadi 5,34%. Sementara untuk rasio kredit bermasalah ataunonperforming loan(NPL) turun 0,08% dari 0,55% menjadi 0,47%.

Sedangkan untuk perolehan dana murah, Bank mandiri memperoleh senilai total Rp319,58 triliun, tumbuh sekitar 22,7% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Lalu untuk dana pihak ketiga secara total tumbuh 20,1% menjadi Rp502,37 triliun dengan komposisi tabungan Rp 206,57 triliun serta untuk giro Rp113,01 triliun. Lalu akibat pertumbuhan kredit yang cukup tinggi, maka untuk rasio kecukupan modal ataucapital adequacy ratio(CAR) turun sebanyak 60 basis poin (bps) menjadi 15,5%.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala Nugraha Mansury menambahkan, penyaluran kredit tumbuh signifikan menjadi Rp428,7 triliun, naik 22,3% dari Rp350,4 trilliun di semester I 2012. Pertumbuhan kredit tersebut, dia menjelaskan, dipacu oleh segmen kredit mikro dengan pertumbuhan tertinggi yakni 58,1% menjadi Rp23,9 triliun.

Berdasarkan sektor lainnya kredit bisnis perbankan tumbuh 28,2% menjadi Rp42,5 triliun, kredit korporasi menjadi Rp124,3 triliun, pembiayaan konsumer naik 21,1% menjadi Rp52,4 triliun. Sementara itu, kredit komersial tumbuh 16% menjadi Rp104,2 triliun. [sylke]