Ke Mana Komite Energi Nasional?

NERACA

Jakarta – Anggota DPR Fraksi PDIP Dewi Ariani Hilman mempertanyakan peran Komite Energi Nasional dalam mendorong sektor energi nasional. “Negara kita sudah hampir empat tahun ini punya Komite Energi Nasional (KEN) yang diketuai Presiden SBY, tapi sampai sekarang belum ada blue print energi. KEN belum terlihat,” kata Dewi di Jakarta, kemarin.

Pengamat energi Kusairi juga mengemukakan hal yang sama. Dia mengharapkan KEN mempunyai semacam blue print untuk ke depannya mengembangkan energi terbarukan dan tidak melulu bergantung pada energi dari bahan bakar minyak.

“KEN itu sebenarnya diharapkan sekali bagaimana kita mengembangkan energi-energi yang memang ke depan tidak hanya minyak yang menjadi andalan, tetapi juga energi terbarukan,” kata Kusairi kepada Neraca.

Problem yang mengemuka, lanjut Kusairi, selalu adalah Indonesia masih menjadi andalan energi nasional dan dibuat seakan-akan tidak bisa lepas dari minyak. Karena Indonesia masih mengandalkan minyak, maka tidak mengherankan kalau ongkos energi di Indonesia menjadi mahal, termasuk untuk industri.

Salah satu upaya agar energi terbarukan ini berkembang, kata dia, adalah bahwa harga minyak ini harus sampai pada harga keekonomian yang sesuai dengan pasar, atau paling tidak perkembangannya bisa mendorong energi terbarukan ini bisa berkembang dengan maksimal.

“Empat tahun ini progress-nya kurang, apalagi ditambah kita di dalam negeri banyak dinamika persoalan minyak. Banyak yang cari makan di minyak, sehingga merasa sayang dengan hilangnya minyak,” jelas Kusairi.

Saat ini, impor minyak menjadi salah satu penyebab utama terjadinya defisit anggaran. Pemerintah berkilah pengurangan pertumbuhan konsumsi minyak telah terjadi akibat diberlakukannya pengurangan subsidi BBM akhir Juni lalu. KEN begitu dibutuhkan perannya untuk segera mengembangkan energi terbarukan. [iqbal]

BERITA TERKAIT

KOMPETISI SOLUSI PENGELOLAAN ENERGI

Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly (kiri) bersama Human Resources Director Indah Prihardini (kanan) berbincang dengan pemenang Kompetisi Schneider…

Green Bond SMI Direspon Positif Pelaku Pasar - Danai Sektor Energi Terbarukan

NERACA Jakarta – Ramah pada lingkungan menjadi komitmen besar PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI guna mendukung pencapaian sustainable…

Warrior FCTC Dukung Pandeglang Jadi KLA - Menuju Hari Anak Nasional

Warrior FCTC Dukung Pandeglang Jadi KLA Menuju Hari Anak Nasional NERACA Pandeglang - Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Antisipasi Asumsi APBN 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah akan terus mengantisipasi pergerakan asumsi dasar ekonomi makro pada APBN 2018 agar…

Lebih Efisien, Kemenlu Siapkan Diplomasi Digital

  NERACA   Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyiapkan diplomasi digital untuk memudahkan proses diplomasi baik antar negera maupun…

Presiden Harap Pemangkasan PPH Dorong UMKM

      NERACA   Tangerang - Presiden Joko Widodo berharap pemangkasan pajak penghasilan (PPh) final untuk usaha mikro, kecil…