2014, Asumsi Nilai Tukar Rp9.750/US$ Tidak Rasional - Harusnya Rp10.400 – Rp10.900/US$

NERACA

Jakarta – Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), Pemerintah mengasumsikan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika adalah Rp9.750/US$. Asumsi tersebut jauh dari kenyataan yang ada. Bahkan dalam minggu ini, nilai Rupiah sudah melemah sampai Rp9.750/US$.

Menurut Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani, asumsi yang dibuat Pemerintah jauh dari kenyataan yang ada. “Kemungkinan kalau 2014 itu nilai tukar berkisar Rp10.400 – Rp10.900/US$,” kata dia kepada Neraca.

Namun begitu, Aviliani mengatakan biar saja itu terjadi, karena nantinya akan terjadi keseimbangan baru. Impor akan ditahan dan dalam jangka panjang akan mengubah struktur industri.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan bahwa asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar Rp9.750 adalah suatu hal yang dapat dikejar. “Kita kan lihat rata-rata setahun. Kita tidak tahu quantitive easing ini sampai kapan, mungkin sampai pertengahan 2014, setelah itu policy di Amerika berubah. Kemudian kita berharap 2014 ekspor akan sedikit membaik karena globalnya bisa tumbuh 3,8%, sehingga harga komoditinya sedikit lebih baik,” jelas Chatib.

Dengan begitu, lanjut Chatib, defisit neraca perdagangannya tidak akan setinggi sekarang. Sehingga ada penguatan nilai tukar rupiah. Seperti diketahui, sejak kuartal empat 2012, neraca perdagangan Indonesia perlahan tapi pasti terjadi defisit. Sepanjang 2012 terjadi defisit neraca perdagangan sebesar US$1,63 miliar. Defisit neraca perdagangan pada 2013 semakin menjadi-jadi. Sampai Juli 2013 saja, defisit neraca perdagangan sudah sampai US$3,31 miliar.

Namun begitu, Chatib tetap optimis akan nilai rupiah Indonesia. Dia mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar uang terhadap dolar tidak hanya terjadi untuk Rupiah, tetapi juga mata uang lainnya. Bahkan nilai tukar Dolar Australia melemah terhadap Rupiah.

Untuk diketahui, dalam APBN-P 2013, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar diasumsikan Rp9.600/US$. Sementara pada RAPBN 2014, Pemerintah mengasumsikan nilai tukar Rupiah sebesar Rp9.750/US$. Padahal sejak awal 2013, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar adalah sebesar Rp9.700/US$. Bahkan sampai akhir pekan ini, nilai tukar Rupiah hampir menyentuh angka Rp11.000/US$. [iqbal]

BERITA TERKAIT

BEI Pastikan Tidak Ada Regulasi Hambat IPO - Tepis Tuduhan Go-Jek

NERACA Jakarta – Tuduhan Go-Jek yang menilai masih adanya aturan yang tidak fleksibel dan menghambat perusahaan untuk IPO atau menawarkan…

Go-Jek Menilai Jadi Hambatan IPO - Soal Regulasi Tidak Fleksibel

NERACA Jakarta – Ekspansifnya penetrasi pasar bisnis Go-Jek, banyak dinanti pelaku pasar modal rencana perusahaan unicorn rintisan Indonesia untuk go…

Nilai Tukar Rupiah Rp13.600, BI : Dinamika Normal

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan depresiasi nilai tukar rupiah Kamis, yang menembus level Rp13.600…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII Jamin Proyek SPAM Di Bandar Lampung - Butuh Rp250 triliun untuk Sarana Air Minum

      NERACA   Lampung – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII melaksanakan penandatanganan penjaminan proyek yang…

PHE Serahkan Pengelolaan Sukowati ke Pertamina EP

    NERACA   Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu minyak…

Skema KPBU Perlu Dukungan Kepala Daerah

      NERACA   Lampung - Pemerintah tengah fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun yang jadi…