Volkswagen Tanam Investasi Dalam Dua Tahap - Sektor Otomotif

NERACA

Jakarta - Indonesia merupakan salah satu pasar otomotif terbesar di Asia. Untuk itu berbagai Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) berbagai negara berlomba-lomba untuk berinvestasi di Indonesia, salah satunya adalah pabrikan otomotif raksasa dari Jerman yaitu Volkswagen.

Menteri Perindustrian M.S Hidayat mengungkapkan kalau beberapa waktu lalu, pihak Jerman telah berbicara dengan Presiden SBY di Jerman, sekarang ke sini mengungkapkan serius untuk berinvestasi di Indonesia. Kunjungan ini hanya courtesy call, kulonuwun lah bahasanya, nanti ada penjelasan sendiri mengenai investasinya.

\"VW akan menjalankan investasinya dalam dua tahap. Pertama adalah menumpang perakitan dengan Indomobil milik Grup Salim di kawasan Cikampek. Nilai investasinya sebesar US$ 140 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun. Pertama-tama pabrik 5.000 unit, itu punya Indomobil Grup, untuk merakit produk-produk VW, setelah itu membuat pabrik dengan nilai total secara keseluruhan mencapai 200 miliar euro,\" ungkap Hidayat di Jakarta, kemarin.

Kerja sama dengan Indomobil direalisasikan paling lambat akhir tahun ini. Selanjutnya, tahap kedua, pabrikan yang kondang karena produk VW Beetle itu akan membangun pabrik sendiri yang kemungkinan berkapasitas di atas 50.000 unit. Belum jelas, apakah di Jawa, atau pulau lain.Untuk detailnya, Hidayat menyatakan akan diumumkan pabrikan Jerman itu, kemungkinan akhir tahun nanti.

\"Pabrik besar, logikanya dibangun tahun depan, ada lokasi baru, di mananya saya tidak tahu, tapi logikanya (VW) sudah nyiapin tanah,\" ungkapnya.

Ditempat yang sama, Direktur Penjualan Global VW Christian Klinger mengaku tak gentar menghadapi dominasi Jepang di pasar otomotif Indonesia. Atas dasar itu, VW siap berinvestasi di Indonesia dalam dua tahap.

Klinger sudah menyiapkan strategi khusus untuk mematahkan dominasi Jepang. Salah satunya, membuat multi purpose vehicle (MPV) atau mobil untuk keluarga kecil dengan ukuran sedang.

Selain itu, menurut Klinger , VW lebih percaya diri untuk bersaing dengan Jepang lantaran sukses menaklukkan pasar otomotif di China. Saat ini, produsen VW Beetle dan Combi ini menjadi penguasa otomotif di Negeri Tirai Bambu.

Mobil Murah

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Budi Darmadi memaparkan kalau pihak VW juga ingin masuk ke program program mobil murah ramah lingkungan (LCGC).\" VW masih mempelajari insentif pajak yang bakal diterima bila mengikuti program tersebut. Walau nantinya tak mengambil paket itu, produk pabrikan ini diklaim sudah ramah lingkungan. sedang mempelajari, dia itu kan spesifikasinya tinggi, karena Eropa sudah pakai sistem euro 4,\" kata dia.

Produk VW nantinya adalah mobil kelas menengah dan atas. Pabrik di Indonesia kemungkinan untuk memproduksi mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) untuk pasar domestik, maupun Asia Tenggara.Tapi nantinya mungkin harga (jual) mereka masih lebih mahal dibanding mobil Jepang,\" ungkapnya.

Lebih jauh lagi Budi menambahkan, saat ini produk-produk baru VW sedang menjalani tes di kementerian Perindustrian. Jika memang sesuai dengan kriteria LCGC, besar kemungkinan perusahaan yang kondang dengan mobil VW Kodok ini mengikuti program tersebut.\"Mereka mesinnya low emission semua, tapi potensinya (ikut LCGC) ada, lagi ngetes,\" katanya.

Aturan LCGC keluar telah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2013. Produsen yang mengikuti program ini akan mendapat keringanan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 100 persen, sehingga diharapkan harga jual mobil (on the road) bisa turun hingga di bawah Rp 100 juta.

Selain itu, produsen mobil yang membuat LCGC harus menjamin emisi karbon rendah, dan tingkat kandungan lokal 80 persen. Hanya mobil kapasitas 1.000 hingga 1.200 CC yang dibolehkan ikut program ini.

Beberapa produsen otomotif yang sudah pasti bergabung adalah Astra Internasional, yang melansir Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Produsen lain seperti Suzuki dan Tata Motor sudah menunjukkan minat serupa.

BERITA TERKAIT

Operasional Pelabuhan Perikanan Tidak Terpegaruh Covid-19

NERACA Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) memastikan aktivitas di pelabuhan perikanan tetap berjalan sesuai…

Covid-19 Meluas, Pemerintah Dorong Skema Program Bantu Koperasi

NERACA Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM siap mendorong koprasi yang terkena dampak dari virus covid-19 Sekretaris Kementerian…

Covid-19 Meluas, Industri Kelapa Sawit Gelontorkan Bantuan

NERACA Jakarta – Terus meluasnya serangan virus covid-19 membuat industri kelapa sawit untuk menggelontorkan sejumlah bantuan, salah satunya Wilmar. Wilmar…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Tak Dapat Insentif Pajak, Pengusaha Daur Ulang Plastik Terancam Bangkrut

NERACA Jakarta - Para pengusaha daur ulang plastik yang tergabung dalam Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) mengeluhkan tidak adanya…

Kelompok Tani Hutan Tetap Panen di Tengah Wabah Corona

NERACA Bogor- Meski wabah virus Corona tengah merebak, Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Bogor, bersama para penyuluh kehutanan,…

Pemerintah Jaga Produktivitas Industri Mamin

NERACA Jakarta - Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor manufaktur andalan yang selama ini memberikan kontribusi signfikan…