Pelayanan Pendidikan Wajib Merata

Anggaran Pendidikan Meningkat 7,5%

Sabtu, 31/08/2013

Demi membuahkan pencapaian terbaik bagi penciptaan generasi berkualitas bagi bangsa. Pemerintah meningkatkan anggaran pendidikan 2014. hal ini disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam penyampaian nota keuangan 2014.

Dalam pidato nota Keuangan, Presiden Yudhoyono mengatakan, anggaran pendidikan tahun 2014 meningkat menjadi Rp371,2 triliun.Alokasi ini naik 7,5% jika dibandingkan dengan anggaran pendidikan tahun 2013 yang sebanyak Rp345,3 triliun.

Presiden juga mengatakan bahwa alokasi anggaran di Kemdikbud dan Kementerian Agama diarahkan untuk meningkatkan mutu akses dan pemerataan pelayanan pendidikan yang bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia.

Terkait hal itu, Anggota Komisi X DPR RI Abdul Kadir Karding mengatakan bahwa prioritas penggunaan anggaran tersebut diharapkan bisa menjadikan seluruh warga negara usia sekolah dapat menikmati fasilitas tersebut. Namun, agar penggunaan anggaran pendidikan tepat sasaran, dan efektif, Kemendkbud harus lebih fokus dalam kinerjanya. "Saya mengamini prioritas anggaran pendidikan 2014," kata Karding di Gedung MPR/DPR/DPD RI Jakarta, Selasa belum lama ini.

Menurut Karding, prioritas penggunaan anggaran pendidikan tersebut akan meningkatkan kualitas, dan partisipasi pendidikan, khususnya pada peserta wajib belajar tingkat menengah pertama.Penggunaan anggaran pendidikan tersebut juga diyakini akan mampu meningkatkan kualitas guru, dan pemerataan guru di tanah air akan semakin baik lagi.

"Untuk program sifatnya bantuan masyarakat terutama BSM dan BIDIKMISI perlu di tambah. Sehingga kita pastikan tidak boleh satu pun orang Indonesia yang tidak sekolah hanya karena tidak punya biaya," tegas dia.