Perawatan Kecantikan Berdampak Buruk Pada Kesehatan

Memilih Program Perawatan Terbaik

Sabtu, 31/08/2013

Seperti kebanyakan wanita, pasti akan sangat menyenangkan mengunjungi salon kecantikan untuk melakukan perawatan tubuh. Tetapi tahukah Anda, bahwa salon juga bisa menjadi tempat yang membahayakan kesehatan?

NERACA

Belakangan ini, diketahui terdapat beberapa perawatan kecantikan yang bisa menyebabkan masalah serius pada kesehatan. Misalnya, infeksi jamur, selulitis penyebaran infeksi bakteri ke dalam kulit dan jaringan di bawah kulit bahkan risiko terkena kanker. Setidaknya, begitulah yang dituturkan Linda K. Franks, asisten klinis profesor dermatologi di New York University School of Medicine. Untuk itu, ketahui dulu lima perawatan yang berbahaya dan cara menghindarinya.

Terapi Lilin

Penumpukan kotoran di telinga yang berlebihan bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Itu sebabnya telinga harus rutin dibersihkan. Salah satunya dengan ear candle, yang dianggap bisa membersihkan dan dipercaya bisa meningkatkan pendengaran.

Sayangnya, para ahli justru memberi peringatan bahwa ear candle bisa berbahaya dan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Seperti luka bakar, perforasi atau lubang pada gendang telinga dan penyumbatan di saluran telinga.

Beberapa ahli kesehatan pun menyarankan agar tidak lagi melakukan ear candle untuk membersihkan telinga. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan cairan peroksida (H2O2) untuk membantu mengeluarkan kotoran atau membersihkan ke dokter THT setiap 3-4 bulan sekali. Namun jika kotorannya lunak atau tidak terlalu padat, nantinya kotoran tersebut akan keluar dengan sendirinya. Sehingga cukup dibersihkan bagian luar dari telinga saja.

Manicure & Pedicure

Manicure dan pedicure merupakan salah satu perawatan kecantikan dengan risiko bahaya kesehatan paling tinggi. Bakteri, jamur, bahkan penyakit Hepatitis C bisa tertular lewat penggunaan peralatan manicure atau pedicure yang tidak steril atau terapis yang ceroboh.

Untuk menghindari hal itu, perhatikan dengan seksama peralatan manicure yang digunakan. Sebelum memulai manicure atau pedicure, pastikan terapis Anda mensterilkan peralatannya di depan mata Anda. Jika tak juga yakin dengan kebersihannya, membawa peralatan manicure atau pedicure sendiri merupakan pilihan yang bijak.

Waxing Alis

Jessica Krant, penemu Art of Dermatology di New York menyebutkan, selain bisa meningkatkan risiko alis yang tak sesuai dengan bentuk wajah dalam jangka panjang, waxing juga bisa menyebabkan kerusakan permanen pada folikel rambut, sehingga membuat rambut jadi sulit tumbuh.

Selain itu, waxing alis juga bisa meningkatkan risiko terkena luka bakar dari lilin yang terlalu panas, kulit yang terkelupas karena waxing yang terlalu kuat dan infeksi akibat masuknya bakteri setelah waxing. Bahaya waxing akan semakin terasa bagi Anda yang menggunakan krim retinoid kandungan dalam krim untuk penghilang jerawat dan kerutan karena bisa membuat kulit mudah lecet dan terbakar.

Untuk terhindar dari risiko-risiko tersebut, Anda harus memilih perawatan wax dan terapis yang sudah bersertifikat dan memilih wax berbasis krim karena lebih lembut dan bisa terhindar dari luka sobek.

Bikini Waxing

Bikini waxing merupakan cara menghilangkan bulu menggunakan lilin atau wax pada area bikini line. Proses bikini wax tidaklah lama, kurang dari dua jam Anda sudah bisa menghilangkan bulu-bulu yang dirasa mengganggu.

Sayangnya, bikini waxing memiliki efek negatif. Kota New Jersey melarang adanya bikini wax setelah dua wanita dilaporkan masuk rumah sakit karenanya. Dan pada 2007, seorang wanita Australia yang mengidap diabetes 1, dilaporkan hampir meninggal akibat infeksi bakteri yang ia dapatkan setelah melakukan bikini waxing.

"Bulu kemaluan ada untuk sebuah alasan, melindungi kulit sensitif dan selaput lendir di daerah kelamin. Mencabut bulu dengan lilin dapat mengangkat lapisan perlindungan tersebut," ujar Linda K. Franks, asisten klinis profesor dermatologi di New York University School of Medicine.

Selain itu, waxing juga dapat menarik potongan-potongan kecil lapisan kulit terluar, dan menciptakan sebuah portal yang dapat membuat bakteri masuk ke dalam tubuh. Terlebih lagi, proses ini juga menimbulkan peradangan, yang membuat bakteri terperangkap di bawah kulit. Bikini waxing dapat menciptakan risiko infeksi kulit, folliculitis (infeksi pada folikel rambut), dan rambut tumbuh ke dalam kulit (in-grown hair).

Saat akan melakukan waxing, yang terpenting adalah memastikan bahwa terapis membersihkan tangannya terlebih dulu. Mencelupkan spatula ke dalam cairan lilin sebanyak dua kali tidak boleh dilakukan, karena akan memasukkan bakteri ke dalam panci. Selain itu, terapis juga harus memiliki persediaan spatula baru untuk digunakan setiap kali dia mengoleskan lilin ke kulit Anda. Dan terakhir, dia harus selalu memeriksa suhu lilin sebelum mengoleskannya ke kulit, untuk mencegah luka bakar.

Facial

Terapis yang ceroboh saat melakukan facial bisa menyebabkan masalah wajah yang serius. Misalnya infeksi atau kulit terbakar. Agar aman, beberapa ahli kesehatan menyarankan Anda untuk menanyakan tiga hal ini kepada salon atau klinik kecantikan sebelum melakukan perawatan.