Danamon Salurkan Rp2 M Untuk Lima Lokasi - Program Pasar Bersih

Jakarta - PT Bank Danamon Tbk melalui Yayasan Danamon Peduli menganggarkan dana sebesar Rp2 miliar untuk program pasar sejahtera yang melingkupi lima lokasi percontohan pada 2011. "Untuk program pasar sejahtera kita menganggarkan dana sebesar Rp2 miliar untuk cover lima lokasi percontohan dan ditambah lokasi baru pada 2011. Dana Rp2 miliar bukan hanya kegiatan fisik saja yang penting adalah kombinasi pendekatan fisik dan non fisik," ujar Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli (YDP) Bonaria Siahaan di Jakarta, Selasa.

Program pasar sejahtera (sejahtera, bersih, hijau dan terawat) ini merupakan kerjasama antara YDP dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertanian dan lima mitra Pemerintah Daerah.

Program pasar sejahtera sendiri sebagai salah satu program bertujuan mendukung upaya revitalisasi pasar tradisional melalui peningkatan kesehatan lingkungan pasar-pasar tradisional dengan menggunakan standar nasional sebagaimana ditetapkan dalam panduan Pasar Sehat. Pendekatan yang dipakai YDP adalah dengan menggabungkan dukungan fisik dan non fisik. "Konsep pasar sejahtera mendukung revitalisasi pasar dari sisi aspek kesehatan lingkungan. Kita melihat dari sisi aspek kesehatan lingkungan karena 60% penduduk Indonesia tergantung pasar tradisional dan sampah dari pasar nomor dua terbesar setelah sampah rumah tangga," tutur Bonaria.

Ada pun unit percontohan tersebut antara lain pasar Grogolan, pasar Ibuh, Payakumbuh, pasar Bunder, Kabupaten Sragen, pasar Baru, kota Probolinggo, dan pasar Semampir di kabupaten Probolinggo.

Selain itu, YDP juga menganggarkan dana sebesar Rp6 miliar untuk program Cepat Tanggap Bencana pada 2011. Bonaria mengatakan, program ini fokus kepada respon cepat tanggap baik bencana besar dan kecil.

Seperti diketahui, YDP menganggarkan dana Rp12 miliar untuk corporate social responsibility (CSR) pada 2011. Menurut Bonaria, pihaknya telah merealisasikan dana tersebut sekitar 50%. Bonaria menuturkan, dana tersebut merupakan usulan dari Yayasan Danamon Peduli berdasarkan rancangan rencana kerja yang telah dipersiapkan pada Oktober-November. "Dana ini berdasarkan demand driven bukan budget driven karena itu menjadi lebih efektif karena sudah ada rencana yang jelas dana itu akan dipakai untuk apa saja, " tambah Bonaria.

BERITA TERKAIT

Bikin Program Pendidikan, Bank Mandiri Gaet UGM

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peningkatan kemampuan perbankan…

Genjot DPK, BTN Gelar Program “Super Untung Jaman Now”

      NERACA   Jakarta - Berhasil meraih pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,45% di atas rata-rata industri…

Tidak Ada Alasan untuk Tidak Lapor SPT Tahunan

Oleh: Devitasari Ratna Septi Aningtyas, Staf Direktorat Jenderal Pajak *) Memasuki minggu ketiga bulan Februari Tahun 2018. Masyarakat Indonesia yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Jika UU Akses Informasi Dibatalkan, Negara Merugi

  NERACA   Jakarta - Mantan Menteri Keuangan RI Muhammad Chatib Basri menyatakan bahwa negara akan mengalami kerugian bila Undang-Undang…

BRI Syariah Kucurkan KPR Sejahtera Rp1,5 triliun

      NERACA   Jakarta - BRISyariah memberikan kemudahan kepada kaum milenial untuk segera memiliki huniah perdananya. Komitmen ini…

Penyaluran Kredit BCA Tumbuh Hingga 12,3%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menumbuhkan penyaluran kredit sebesar 12,3 persen (tahun ke…