Laba Bank Permata Syariah Meningkat 101%

NERACA

Jakarta - Bank Permata Syariah pada semester I tahun 2013 ini berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 237,91miliar, ini meningkat 101% dari tahun lalu pada periode yang sama yaitu Rp 118,46 miliar.

Direktur Utama Bank Permata Syariah, Achmad K Permana mengatakan peningkatan laba ini karena meningkatnya pendapatan margin bersih sebesar Rp 62miliar atau sekitar 42%. “Pendapatan operasional lainnya tumbuh 75% year on year (yoy) menjadi Rp920,52 miliar dari posisi Rp525,64 miliar,” ujar Achmad, di Jakarta, Rabu (21/8)

Sementara untuk perolehan dana pihak ketiga (DPK) Unit Usaha Syariah Bank Permata ini berhasil membukukan sebesar Rp 11,29triliun. \"Selain DPK, untuk mbiayaan yang disalurkan sebesar Rp11,28 triliun, meningkat 136% dari posisi Rp4,78 triliun,\" ucap Achmad.

Selain itu secara konsolidasi, aset perusahaan meningkat menjadi Rp 15,42triliun. \"Aset kita naik pesat 102 persen (YoY) dari realisasi di 2012 sebesar Rp7,65 triliun,\" kata Achmad.

Menurut Permana, pertumbuhan aset ini juga dipengaruhi dengan penambahan tiga kantor cabang perusahaan yang ditargetkan selesai akhir tahun, sehingga total kantor cabang ada 16. Penambahan kantor cabang di kawasan Jakarta dan Medan.\"Ada dua kantor cabang di Jakarta (Kelapa Gading dan Tebet) dan satu di Pontianak, saat ini kami punya 13 kantor cabang,\" tambahnya.

Selain penambahan kantor cabang, peningkatan asset ini lanjut Permana mengatakan ditopang oleh permodalan yang semakin kuat dan likuiditas yang sehat. Begitu pula dengan rasio-rasio keuangan. \"Kita kan juga kembangkan infrastruktur software dan hardware,\" jelas Permana.

Achmad menjelaskan, meningkatnya pertumbuhan pembiayaan dibanding pertumbuhan dpk berdampak kepada perbaikan financing to deposit ratio (FDR) sebesar 99,8%. Pembiayaan tumbuh pada semua segmen bisnis. Pertumbuhan yang siginifikan ini mendorong pertumbuhan total aset secara konsolidasi menjadi Rp 15,42 triliun per 30 Juni 2013 atau naik pesat 102% yoy dari sebelumnya Rp 7,65 triliun pada periode yang sama di tahun 2012.

Sedangkan untuk pendapatan operasional lainnya tumbuh 75% yoy menjadi Rp 920,52 miliar dari sebelumnya Rp 525,64 miliar. “Pembiayaan yang disalurkan PermataBank Syariah juga meningkat 136% dari Rp 4,78 triliun pada akhir semester I 2012 menjadi Rp. 11,28 triliun pada semester I-2013,” imbuh Achmad.

Bank Permata Syariah juga menunjukkan perbaikan yang berkesinambungan dalam mengelola kualitas pembiayaannya sebagaimana tercermin dalam rasio pembiayaan bermasalah atau net non performing financing yang membaik menjadi 0,36% pada 30 Juni 2013 dari 0.57% di periode yang sama di tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatat rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 15,86%, dan ekuitas pemegang saham tumbuh 85% yoy menjadi Rp 1,423 triliun pada akhir Juni 2013.

Demikian pula dengan deposito berjangka yang meningkat 192% yoy menjadi Rp 6,706 triliun dari sebelumnya Rp 2,295 triliun di periode yang sama di tahun 2012. Dengan demikian, komposisi dana murah (CASA) mencapai 40.6% dari total simpanan pada akhir semester 1 2013.

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kena Dampak Covid 19, AAJI Minta Diizinkan Jual PAYDI Secara Online

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengizinkan Produk Asuransi…

Bank Mandiri Bayar BP Jamsostek Debitur KUR Senilai Rp5 Miliar

  NERACA Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait penyediaan asuransi perlindungan bagi debitur…

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Lakukan Penyesuaian Operasional

  NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk melakukan penyesuaian operasional…