Perkuat Kebijakan Fiskal, BI Laksanakan Green Banking

NERACA

Jakarta - Untuk memperkuat kebijakan fiskal dan moneter di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melaksanaan dan pembangunan green banking atau perbankan ramah lingkungan sebagai instrumen ekonomi.

“Dengan green banking ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya penguatan kebijakan fiskal dan moneter, karena ini masuk kedalam kerangka yang lebih makro dan jangka panjang,” ujar Deputi Gubernur BI, Ronald Waas di Jakarta, Rabu (21/8)

Selain itu, ketentuan tersebut akan berpotensi meningkatkan rasio kredit, risiko hukum dan risiko reputasi bagi perbankan, baik terhadap risiko kemungkinan terjadinya masalah lingkungan pada proyek yang dibiayainya. “Yang mungkin berdampak negatif berupa penurunan kualitas kredit dan reputasi bank yang bersangkutan sehingga perbankan perlu memahami dan menguasai lebih baik mengenai manajemen risiko lingkungan hidup ini,\" kata dia.

Dia memaparkan, prinsip dasar green banking sebenarnya merupakan salah satu cara untuk memperkuat kemampuan manajemen risiko bank khususnya terkait dengan lingkungan hidup dan mendorong perbankan dalam meningkatkan portfolio pembiayaan ramah lingkungan hidup seperti energi terbarukan, efisiensi energi, pertanian organik, eco-tourism, transportasi ramah lingkungan dan berbagai eco-label product.

Ronald juga menjelaskan, beberapa kontribusi yang bisa dilakukan dengan green banking tercermin dari menurunnya beban impor minyak dan produk pertanian karena terjadi peningkatan pasokan energi domestik dari sumber-sumber energi terbarukan. “Peningkatan efisiensi penggunaan energi oleh industri, dan peningkatan produk pertanian organik yang didukung oleh perbankan nasional,” kata Ronald.

Ronald mengatakan, menurut Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup telah mengharuskan semua aktivitas ekonomi untuk patuh mendorong kelestarian lingkungan. Menurutnya, perbankan sebagai bagian dari entitas bisnis tentunya tidak terlepas dari hal tersebut.

Selain itu dia juga mengatakan, langkah green banking ini dapat menjadi kontribusi perbankan dalam mendukung pemerintah. “Dan juga untuk memperbaiki posisi Indonesia sebagai paru-paru dunia dengan menurunkan emisi gas rumah kaca,” imbuh Ronald.

Adapun ruang lingkup nota kesepahaman tersebut meliputi sinkronisasi dan harmonisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang diperlukan sesuai tugas dan wewenang masing-masing lembaga serta penyediaan informasi mengenai peraturan, kebijakan, pedoman, kriteria, standar, dan evaluasi nilai dan kinerja lingkungan hidup perusahaan.

Selain itu, BI dan KLH menyelenggaraan edukasi dan sosialisasi terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup kepada perbankan serta pelaksanaan penelitian bersama dalam rangka penyusunan pedoman dan regulasi perbankan yang mempertimbangkan konsep ramah lingkungan hidup.

BERITA TERKAIT

Kebijakan Impor Beras Butuh Sinkronisasi Data

NERACA Jakarta – Pemerintah perlu benar-benar melakukan sinkronisasi data terkait dengan kebijakan yang membuka masuknya beras impor agar jangan sampai…

BTN Ajukan Utang Bilateral Rp 7 Triliun - Perkuat Likuiditas

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk berencana mengajukan utang bilateral sebesar Rp5 triliun - Rp7 triliun tahun…

Transjakarta Bakal Rilis Green Bond

Dukung pembiayaan yang ramah lingkungan atau green bond, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno bakal mendorong PT Transportasi Jakarta (Transjakarta)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Sebut Bumiputera Dalam Kondisi Normal - Dari Sisi Bisnis dan Pendanaan

  NERACA Jakarta - Para pemegang polis dan mitra kerja Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kini bisa bernafas lega…

Kementerian PUPR Segera Teken MoU dengan BTN terkait KPR FLPP

  NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan memastikan bahwa PT Bank…

BNI Sosialisasikan BNI Yap di Java Jazz

  NERACA Jakarta - Untuk memanjakan para penggemar musik jazz Indonesia serta menyosialisasikan alat pembayaran baru pada pagelaran musik Jakarta…