RI Jadi Pasar Otomotif Terbesar ASEAN

IIMS Bakal Diramaikan 35 Merek Mobil

Kamis, 22/08/2013

NERACA

Jakarta – Para produsen otomotif akan segera unjuk gigi di pasar otomotif Indonesia. Pasalnya Indonesia International Motor Show (IIMS) akan kembali menyelenggarakan pameran otomotif terakbar se-Asia Tenggara pada 19-29 September 2013 mendatang. Dengan begitu diharapkan industri otomotif dalam negeri kian meningkat.

“Tahun ini merupakan pameran kita yang kedua. Ini merupakan wujud nyata dari ramainya dukungan yang menunjukan komitmen untuk terus memajukan industri otomotif ke tanah air. Kami berharap dukungan itu dapat terus belanjut pada tahun-tahun yang akan datang,” kata Ketua Penyelenggara IIMS 2013 Johnny Darmawan pada acara konfrensi pers di Hotel Kempinsky, Jakarta, Rabu (21/8).

Kemudian Johnny menyampaikan pada tahun ini IIMS akan kehadiran beberapa model baru. Pada tahun lalu perhelatan ini hanya diramaikan oleh 35 brand yang menjadi peserta pameran. Sedangkan untuk tahun ini menjadi 36 brand. “Renault merupakan pendatang baru di kancah otomotif kita,” tambahnya.

Adapun brand-brand lain yang nanti akan ikut meramaikan acara IIMS di antaranya, Audi, BMW, Chevrolet, Chrysler, Dodge, Daihatsu, Ford, Honda, Hyundai, Jeep, KIA, Mazda, Mercedes-Benz, Mini, Mitshubishi Motors, Nissan, Peugeot, Smart, Subaru, Suzuki, Tata Motors, Toyota, dan VW Sedangkan untuk mobil berkapasitas besar atau sejenis truk akan hadir Dyna, FAW, Foton, Fuso, Hino, Isuzu, MAN Trucks, Tata Motors, dan UD Trucks.

Sementara itu Johnny mengatakan IMMS tidak pasang target penjualan sepanjang pameran berlangsung. Karena kebijakan dari penyelenggaraan pameran itu sendiri merupakan ajang temu pakar otomotif untuk saling membahas teknologi dan model baru. Meski begitu ia mengaku pada perhelatan tahun sebelumnya IMMS mencatat hasil penjualan bisa mencapai Rp 4,6 T di 2012.

“Kita sekarang tidak pasang target. Karena kita tidak fokus pada jualan. Tapi tidak menutup kemungkinan, kita tidak mau munafik bahwa IIMS juga merupakan ajang jual beli. Jadi saya berharap pada tahun ini juga capaian penjualan juga bisa menyamai tahun sebelumnya yaitu, Rp 4,6 triliun,” tutur Johnny.

Kemajuan Otomotif

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman MR mengatakan dukungan pihaknya terhadap IIMS merupakan harapan untuk menunjukan pada dunia internasional tentang kemajuan industri otomotif dalam negeri. Dengan begitu ia juga berharap pasar otomotif Indonesia juga dapat terus tumbuh.

Di samping itu Gakindo mencatat penjualan otomotif dalam negeri mengalami penurunan di bulan Agustus ini sebanyak 75.000 – 80.000 unit mobil. Sebabnya pada bulan ini terdapat libur lebaran. Asumsinya masyarakat masih lebih fokus pada kebutuhan pangan yang memang meningkat dibanding kebutuhan otomotif.

“Tapi saya optimis target realisasi 2013 sebanyak 1,1 juta unit kendaraan dapat tercapai. Karena berdasarkan realisasi rentang waktu sejak Januari hingga Juli 2013 sudah tercatat 714.400 unit yang terjual. Artinya kita sudah mengejar lebih dari setengahnya pada semester I. Dan untuk lima bulan ke depan juga akan terdorong oleh IIMS,” jelas Sudirman.

Kemudian Sudirman mengatakan bahwa pakar-pakar otomotif dunia sudah menilai Indonesia sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Menurutnya adanya pandangan tersebut harus dimanfaatkan untuk terus mendorong industri otomotif dalam negeri agar dapat menyaingi Thailand.

“Pasarnya kita yang paling besar. Tapi produksinya masih dipegang Thailand. Mereka (Thailand) bisa menjual hingga 2,2 juta unit per tahunnya dengan skema 50% untuk ekspor. Sedangkan Mendag (Menteri Perdagangan) baru memberi target kepada kita sebanyak 1,5 juta unit untuk tahun 2015. Tapi semoga industri otomotif kita kian membaik,” terang Sudirman.

Untuk mengomentari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat Sudirman mengaku sejauh ini industri otomotif belum mengalami kenaikan harga secara signifikan. Tapi semua telah setuju untuk sementara waktu mengurangi volume produksi.

“Mereka masih berasumsi nilai tukar rupiah terhadap dollar masih di antara Rp 9.300 – Rp 9.400. Mereka juga yakin nilai tukar dapat segera kembali normal. Sehingga belum ada perubahan harga yang signifkan,” tambahnya.