Eksplorasi Baramulti di Bulan Juli Stagnan

Tunggu Pembaruan Kontrak

Kamis, 22/08/2013

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) mengaku saat ini masih menunggu proses selesainya pembaruan kontrak dengan pihak kontraktor bor dan kontraktor logging. Pembaruan kontrak baru tersebut terkait kegiatan eksplorasi perseroan di area Bara 3 yang merupakan blok paling barat konsesi di Kalimantan Timur.Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (21/8).

Disebutkan, dengan adanya pembaruan kontrak dengan pihak kontraktor bor (PT Cosyindo Teknik) dan kontraktor logging (PT Recsalog Geoprima), kegiatan pemboran yang dilakukan sementara dihentikan sejak 8 Juli 2013 lalu. Alhasil, tidak ada progress kemajuan dari kegiatan eksplorasi yang dilakukan.

Namun dari kegiatan eksplorasi yang telah berjalan, pihak manajemen mencatat hingga kini di blok Bara 3 telah dapat diidentifikasi sebanyak 25 seam dengan rata-rata ketebalan yang bervariasi berkisar antara 0,63 meter hingga 2,37 meter. Sejumlah delapan seam potensi telah berhasil diidentifikasi sepanjang arah strike 500 meter hingga 1.800 meter serta memiliki ketebalan rata-rata antara 1 meter-4 meter dan kualitas kalori (GAR) berkisar antara 4.986 kcal/kg hingga 5.708 kcal/kg.

Metode pemboran yang dilakukan adalah vertical drilling dengan menggunakan dua unit Jacro-175 dengan diameter lubang berukuran N (76,00 mm). Sistem pemboran adalah touch coring dan full coring dan semua titik bor dilakukan pengukuran geophysical logging. Total biaya eksplorasi yang telah direalisasikan hingga Juli 2013 sebesar Rp225 juta dari dana yang dianggarkan Rp235,2 juta.

Rencananya, jika kontrak pemboran telah rampung maka kegiatan pemboran selanjutnya adalah melanjutkan program pemboran stratigrafi dan infill drilling di area tersebut. Targetnya, untuk mengejar kemenerusan seam utama ke arah Selatan. Untuk kegiatan eksplorasi ini perseroan menganggarkan dana sebesar Rp168 juta. Sementara untuk kegiatan eksplorasi anak usaha, PT Antang Gunung meratus (AGM) masih akan fokus pada pemboran infill drilling di Blok 4 Warutas, Kalimantan Selatan dengan anggaran dana Rp203,9 juta.

(lia)