Eksplorasi Baramulti di Bulan Juli Stagnan - Tunggu Pembaruan Kontrak

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) mengaku saat ini masih menunggu proses selesainya pembaruan kontrak dengan pihak kontraktor bor dan kontraktor logging. Pembaruan kontrak baru tersebut terkait kegiatan eksplorasi perseroan di area Bara 3 yang merupakan blok paling barat konsesi di Kalimantan Timur.Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (21/8).

Disebutkan, dengan adanya pembaruan kontrak dengan pihak kontraktor bor (PT Cosyindo Teknik) dan kontraktor logging (PT Recsalog Geoprima), kegiatan pemboran yang dilakukan sementara dihentikan sejak 8 Juli 2013 lalu. Alhasil, tidak ada progress kemajuan dari kegiatan eksplorasi yang dilakukan.

Namun dari kegiatan eksplorasi yang telah berjalan, pihak manajemen mencatat hingga kini di blok Bara 3 telah dapat diidentifikasi sebanyak 25 seam dengan rata-rata ketebalan yang bervariasi berkisar antara 0,63 meter hingga 2,37 meter. Sejumlah delapan seam potensi telah berhasil diidentifikasi sepanjang arah strike 500 meter hingga 1.800 meter serta memiliki ketebalan rata-rata antara 1 meter-4 meter dan kualitas kalori (GAR) berkisar antara 4.986 kcal/kg hingga 5.708 kcal/kg.

Metode pemboran yang dilakukan adalah vertical drilling dengan menggunakan dua unit Jacro-175 dengan diameter lubang berukuran N (76,00 mm). Sistem pemboran adalah touch coring dan full coring dan semua titik bor dilakukan pengukuran geophysical logging. Total biaya eksplorasi yang telah direalisasikan hingga Juli 2013 sebesar Rp225 juta dari dana yang dianggarkan Rp235,2 juta.

Rencananya, jika kontrak pemboran telah rampung maka kegiatan pemboran selanjutnya adalah melanjutkan program pemboran stratigrafi dan infill drilling di area tersebut. Targetnya, untuk mengejar kemenerusan seam utama ke arah Selatan. Untuk kegiatan eksplorasi ini perseroan menganggarkan dana sebesar Rp168 juta. Sementara untuk kegiatan eksplorasi anak usaha, PT Antang Gunung meratus (AGM) masih akan fokus pada pemboran infill drilling di Blok 4 Warutas, Kalimantan Selatan dengan anggaran dana Rp203,9 juta.

(lia)

BERITA TERKAIT

Anggaran Dana Rekonstruksi Sulteng Tunggu Perda RTRW

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan penentuan anggaran dana rekonstruksi untuk Sulawesi Tengah menunggu penyelesaian…

Penetapan UMP Sumsel Tunggu Surat Keputusan Gubernur

Penetapan UMP Sumsel Tunggu Surat Keputusan Gubernur NERACA Palembang - Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) di Sumatera Selatan (Sumsel) menunggu…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…