IHSG Kembali Rebound Karena Terdiskon Murah

Kamis, 22/08/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu sore kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk kali pertamanya berhasil ditutup menguat 43,465 poin (1,04%) ke level 4.218,448 setelah dua hari berturut-turut terjun bebas. Penguatan indeks BEI juga terjadi terhadap Indeks LQ45 yang ditutup naik 8,982 poin (1,31%) ke level 696,153.

Aksi borong saham dilakukan oleh investor domestik dan termasuk dana asuransi, seperti yang dilakukan Jamsostek mengakumulasi saham-saham bluechip yang sudah terdiskon murah, “Beberapa pelaku pasar menilai kondisi saat ini cukup menarik untuk melakukan akumulasi saham, sehingga indeks BEI dapat menguat," kata Direktur Evergreen Capital Rudi utomo di Jakarta, Rabu (21/8).

Rudi menilai antisipasi dari pemerintah seperti mendorong beberapa lembaga keuangan untuk ikut menjaga pasar saham mampu menahan berlanjutnya tekanan indeks BEI pada Rabu, “Investor pada Rabu ini cenderung masuk ke saham-saham yang memiliki kapitalisasi besar,”ujar dia.

Head of Investment AAA Asset Management, Siswa Rizali menambahkan, beberapa saham saat ini valuasinya sudah cukup wajar meski belum dapat dikatakan murah, “Pelaku pasar direkomendasikan untuk fokus ke saham-saham berkapitalisasi besar seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank mandiri (BMRI), Indocement (INTP), Semen Gresik (SMGR), Perusahaan gas Negara (PGAS), dan Astra International (ASII),"jelasnya. Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan masih akan menguat karena aksi beli investor lokal bakal berlanjut.

Pada perdagangan kemarin, aksi beli didominasi investor lokal. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 887,65 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 177.576 kali pada volume 6,054 miliar lembar saham senilai Rp 6,639 triliun. Sebanyak 167 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 74 saham stagnan.

Bursa-bursa regional menutup perdagangan dengan bergerak mixed setelah berfluktuatif sejak diawal. Beberapa pasar modal sudah berhasil naik, tapi ada juga yang ketinggalan seperti bursa Hong Kong dan Singapura.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 56.050 ke Rp 1,17 juta, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.150 ke Rp 14.450, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 1.050 ke Rp 13.500, dan Indocement (INTP) naik Rp 1.050 ke Rp 19.000. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 2.050 ke Rp 69.950, Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 29.500, Century Textile (CNTX) turun Rp 450 ke Rp 7.800, dan Inti Bangun (IBST) turun Rp 400 ke Rp 3.500.

Kondisi yang sama juga terjadi pada perdagangan sesi I. Dimana IHSG ditutup naik 44,054 poin (1,06%) ke level 4.219,037. Sementara Indeks LQ45 menguat 11,865 poin (1,73%) ke level 699,036. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat berkat aksi beli investor domestik. Investor asing masih terus melepas saham.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 98.296 kali pada volume 3,364 miliar lembar saham senilai Rp 3,473 triliun. Sebanyak 133 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 77 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia bergerak mixed setelah bursa saham China berhasil naik ke zona merah. Sentimen Wall Street yang menguat belum bisa jadi katalis penggerak.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 56.050 ke Rp 1,17 juta, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 1.200 ke Rp 13.650, Indocement (INTP) naik Rp 1.200 ke Rp 19.150, dan Telkom (TLKM) naik Rp 500 ke Rp 10.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 3.500 ke Rp 68.500, Century Textile (CNTX) turun Rp 1.650 ke Rp 6.600, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 775 ke Rp 2.325, dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 750 ke Rp 7.250.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat naik 9,25 poin atau 0,22% ke posisi 4.184,25. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,35 poin (0,34%) ke level 689,52, “Pembukaan IHSG BEI hari ini mengalami 'technical rebound' seiring koreksi signifikan yang terjadi pada hari sebelumnya," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, sentimen positif dari pernyataan Jamsostek yang akan melakukan pembelian saham cukup mampu mendorong indeks BEI. Namun demikian, lanjut dia, kembali melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan dapat membatasi penguatan indeks BEI pada Rabu ini.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad dalam rilisnya mengemukakan bahwa OJK dan pelaku pasar modal, industri keuangan non-bank, serta pemodal kelembagaan domestik di pasar modal Indonesia menyatakan kesiapannya dalam mengevaluasi sekaligus mengantisipasi perkembangan pasar yang ada.

Dipaparkan, dari hasil evaluasi bahwa pelaku pasar meyakini kondisi pasar modal saat ini adalah sesuatu yang wajar dan merupakan bagian dari dinamika pasar."Stabilitas dan kredibilitas industri keuangan harus dijaga bersama," ujarnya.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 301,91 poin (1,37%) ke level 21.668,38, indeks Nikkei-225 turun 28,08 poin (0,21%) ke level 13.366,81, dan Straits Times melemah 5,08 poin (0,19%) ke posisi 3.122,62. (bani)