BTPN Salurkan Kredit Usaha ke Pensiunan

Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk (BTPN) akan semakin memfokuskan diri pada pemberdayaan pensiun untuk membuka unit usaha mikro dan kecil. "Selama ini, BTPN mengembangkan dan meningkatkan berbagai program pemberdayaan melalui program pensiun sehat dan sejahtera (PPS) dan progran capacity to grow (C2G) untuk nasabah BTPN I mitra usaha rakyat (MUR)," kata Presiden Komisaris BTPN Dorodjatun Kuntjoro Jakti di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, Dorodjatun menyatakan bahwa selama kuartal satu ini telah menyelenggarakan lebih dari tiga ribu aktivitas dan kelas pelatihan kepada 100 ribu nasabah di 1.056 cabangnya. "Pensiunan dinilai lebih tidak produktif, padahal kenyataanya tidak. Mereka yang berusia 55 tahun, masih punya waktu setidaknya sampai 15 tahun untuk membuka usaha, khususnya mikro," lanjut Dorodjatun.

Program pinjaman yang dilakukan BTPN, menurutnya dilakukan dengan mudah dan syarat yang cepat. "Kalau MUR dengan pinjaman Rp3 juta-Rp300 juta dengan bunga 0,89 persen, dua hari langsung kami acc asal sesuai syarat, karena kalau tidak mereka bisa pindah," lanjutnya.

Namun, BTPN menyatakan, jika pihaknya tidak memprioritaskan perolehan pendapatannya dari Dana Pihak Ketiga (DPK) "Kalau DPK kita tidak ambil dari nasabah pensiunan, karena mereka kebanyakan cuma ambil dana pensiunan setiap bulan," ungkap Dorodjatun.

Meskipun begitu, BTPN menyatakan kesiapannya jika para pensiunan ini akan membuka usaha, maka BTPN akan meminjam kredit dari banknya, dan penghasilan bunga akan didapatkannya dari sini. "Kalau mereka buka usaha, mereka ambil kredit ke kita, dari situ kita bisa ambil pendapatan," lanjutnya.

Sementara itu, perusahaan menyatakan saat ini sedang membuat pilot project membuat di Serang, Banten yang fungsinya adalah untuk membuat production poor yang siap menyalurkan kredit untuk sektor usaha mikro. "Konsepnya kita mirip gramen bank di Bangladesh, tetapi kita akan lebih memfokuskan diri ke perempuan karena potensi bisnisnya sangat besar. Sekarang kita baru ada sekira 20 sentra," pungkasnya.

Sebagai informasi, tahun ini, Bank BTPN mengklaim memiliki sekira 800-900 ribu nasabah dari pensiunan dan sekira 600 ribunya telah mengambil kredit.

Hingga 31 Maret lalu, BTPN membukukan pertumbuhan kredit sebesar 40 persen (year on year) dengan nilai total kredit mencapai Rp24,7 triliun. Penyaluran kredit diimbangi dengan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 34 persen (yoy) mencapai Rp27 triliun, dengan total asser mencapai Rp36,7 triliun atau tumbuh 51 persen (yoy).

BERITA TERKAIT

Intip Peluang Usaha Kemitraan Takoyaki

Takoyaki termasuk salah dari sekian banyak kudapan khas negeri Sakura yang populer di dalam negeri. Camilan ini digemari banyak orang…

Sruput Manisnya Usaha Minuman Nuguy Coklat

Ada begitu banyak waralaba minuman coklat yang ditawarkan di pasaran. Mulai dengan yang harganya di atas 10 juta hingga yang…

Tangkap Penawaran Usaha Ayam Gepuk Pak Gembus

PT Yellow Food Indonesia membuka franchise untuk rumah makan " Ayam Gepuk Pak Gembus". Saat ini, sebanyak 462 cabang "Ayam…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Sebut Bumiputera Dalam Kondisi Normal - Dari Sisi Bisnis dan Pendanaan

  NERACA Jakarta - Para pemegang polis dan mitra kerja Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kini bisa bernafas lega…

Kementerian PUPR Segera Teken MoU dengan BTN terkait KPR FLPP

  NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan memastikan bahwa PT Bank…

BNI Sosialisasikan BNI Yap di Java Jazz

  NERACA Jakarta - Untuk memanjakan para penggemar musik jazz Indonesia serta menyosialisasikan alat pembayaran baru pada pagelaran musik Jakarta…