Pemerintah Segera Umumkan Hasil Sensus Pertanian

Kamis, 22/08/2013

NERACA

Jakarta - Pemerintah akan segera mengumumkan hasil Sensus Pertanian 2013 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) lantaran sebagian besar sudah rampung. Rencananya, data hasil sensus akan dirilis pada 2 September 2013 mendatang.

“Hasil sensusnya akan dirilis 2 September. Hasil yang akan dirilis belum sangat detail karena masih ada yang berjalan, tapi data-data populasi sudah selesai,” kata Deputi Statistik Harga BPS Sasmito Hadi Wibowo kepada Neraca.

Data yang sudah bisa dipublikasikan, imbuh Hadi, adalah data seperti populasi sapi dan jumlah rumah tangga petani dari semua sektor terkait pertanian, termasuk tanaman pangan, perikanan, perkebunan, dan peternakan.

“Sementara untuk data luasan, masih dilakukan evaluasi, apakah dimasukkan (dalam rilis 2 September) atau tidak, karena ada beberapa yang perlu dilakukan ricek,” ujar Hadi.

Belum tentu jumlah luasan sawah yang dimiliki petani itu sama dengan yang diucapkan petaninya, kata Hadi. Maka perlu dilakukan kroscek dua sampai tiga kali dengan melibatkan pemerintah daerah setempat.

Hampir seluruh anggaran untuk Sensus Pertanian 2013 telah dikeluarkan. Porsi terbesar pengeluaran untuk kegiatan ini adalah untuk membayar petugas lapang pelaku sensus. Hadi mengatakan jumlah petugas lapang yang terlibat adalah sebanyak 245 ribu orang. Upah untuk ratusan ribu petugas tersebut sudah dibayarkan.

Sensus Pertanian adalah salah satu acara besar BPS yang dilakukan sepuluh tahun sekali. Tujuannya untuk mendata seluruh usaha pertanian di subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan.

Data yang dikumpulkan tidak hanya dari rumah tangga, tetapi juga perusahaan bahkan sampai pesantren/seminari, lembaga pemasyarakatan, barak militer, dan kelompok usaha bersama.

Pendataan dilakukan sebulan penuh pada Mei lalu. Kebanyakan permasalahan yang muncul adalah dalam hal komunikasi pelaporan data, terutama dari petugas-petugas sensus yang berlokasi di pulau-pulau terpencil.

Data dari sensus ini nantinya akan dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan, sekaligus mengukur kinerja pertanian Indonesia. Dari data subsektor peternakan, nantinya bisa menjadi jelas berapa stok yang ada di Indonesia, sehingga saat pengambilan keputusan impor daging sapi seperti yang belakangan terjadi, dapat diredam. Data subsektor peternakan yang masuk dalam Sensus Pertanian 2013 adalah jumlah ternak menurut kelompok umur, pemakaian pakan, dan paramater mutasi ternak.

Data Sensus Pertanian 2013 yang akan keluar nantinya tidak melulu hanya tentang produksi, tetapi juga sektor sosial pertanian, seperti kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan. Karakteristik sosial demografi yang terbagi dalam jenis kelamin, umur, dan kegiatan pertanian yang dilakukan, juga masuk dalam pendataan.