Mengatasi Urbanisasi

Mengatasi Urbanisasi

Oleh Bani Saksono

(wartawan Harian Ekonomi Neraca)

Masalah urbanisasi tentu saja tidak hanya dihadapi kota Jakarta saja, tapi juga kota-kota lainnya di seluruh dunia. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.

Kota atau wilayah yang pertumbuhan ekonominya tinggi, akan memicu tingginya pertumbuhan jumlah penduduk. Pertambahan jumlah penduduk ditunjang oleh dua faktor, yaitu kelahiran dan urbanisasi. Urbanisasi tak bisa dicegah, karena pertumbuhan ekonomi y ang tinggi akan membutuhkan penambahan jumlah tenaga kerja. Pasokan tenaga kerja yang rendah dari penduduk lokal, mau tak mau akan ditutupi dengan perekrutan tenaga kerja dari tempat lain.

Ketika pertumbuhan kota-kota satelit di sekitar Jakarta mulai naik, sudah tentu akan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Pusat magnet ekonomi pun mulai bergeser dari Jakarta ke kota satelit.

Yang jadi persoalan adalah tingkat ketersediaan lapangan kerja dan jumlah tenaga kerja yang tersedia. Jakarta dengan kota-kota satelitnya seperti Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, maupun kota-kota besar lainnya tak menampik kehadiran kaum urban selagi kota-kota itu masih mampu menyerapnya di berbagai sektor ketenagakerjaan maupun memberi peluang bisnis baru.

Itu sebabnya, Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) DKI Jakarta yang dilakukan rezim Jokowi-Ahok berbeda pendekatan dari OYK rezim sebelumnya. Tak ada lagi OYK yang bertumpu pada kepemilikan KTP. Pendatang tetap ber-KTP daerah asalnya asalkan mempunyai pekerjaan tetap, mempunyai tempat tinggal. Yang penting tidak menimbulkan persoalan kependudukan dengan menjadi pengemis dan gelandangan.

Dari hasil survei arus mudik dan arus balik Lebaran 2013 yang digelar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) menunjukkan sekitar 60% pendatang baru ke Jakarta berpendidikan di bawah SMA. Survei itu dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) DKI dan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI). Mereka datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.

Mereka tidak datang sendiri ke Jakarta, tapi diajak oleh perantau yang sudah lebih dulu pergi ke Jakarta. Survei juga menunjukkan, satu dari tiga pemudik ternyata bukan orang Jakarta. Hasil survei itu tentu dapat dimanfaatkan untuk merencanakan langkah pengendalian terhadap para pendatang baru.

Bappenas, kata Deputi Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah Max Hasudungan Pohan, pun mengingatkan Pemprov DKI untuk memperbaiki masalah lalu lintas dan transportasi umum. Masalah itu menjadi bagian dari munculnya arus urbanisasi, selain persoalan sosial ekonomi lainnya. Arus urbanisasi yang tak terkendali, tentu akan memicu berbagai tindak menyimpang, seperti kriminalitas, dan daya dukung kota yang tak memadai. Bappenas juga minta pemerintah daerah di luar Jakarta untuk mempercepat pembangunan infrastrukturnya agar mampu menjadi medan magnet ekonomi yang baru. []

BERITA TERKAIT

Mengatasi Diabetes Akut dengan Diet Vegan

Tiga tahun lalu, Khaled Al-Suwaidi (35) mendapat kabar buruk yang mengubah gaya hidupnya secara drastis. Dia didiagnosis menderita penyakit kronis…

Langkah Inovatif untuk Mengatasi Ketimpangan Antarwilayah

    NERACA   Jakarta - Wakil Ketua Komisi XI DPR Marwan Cik Asan menginginkan pemerintah melakukan langkah-langkah inovatif untuk…

Pemkab Lebak Kembangkan UMKM Cegah Urbanisasi

Pemkab Lebak Kembangkan UMKM Cegah Urbanisasi NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Dongkrak Pariwisata, Menggarap Pasar Milenial

Organisasi Pariwisata Dunia di bawah naungaun PBB (UNWTO) mengapresiasi kenaikan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia, yang termasuk dalam kategori tercepat…

Milenial Memburu Objek Wisata Digital

Besarnya gelombang "gangguan" di era milenial ini tidak bisa dipungkiri terus menekan, bahkan menggeser apapun yang dinilai masih konvensional di…

Menjaring Wisatawan Hingga ke Mancanegara

Berbagai obyek wisata di Nusa Tenggara Timur sebagai pulau terindah di dunia menurut majalah Focus dari Jerman dengan branding pasola,…