Ani Yudhoyono Imbau Guru Terima Kurikulum 2013

Sabtu, 31/08/2013

Meski kurikulum 2013 belum diterapkan menyeluruh di sekolah-sekolah karena masih bertahap dan terbatas, tetapi peranan dan sokongan para guru sebagai ujung tombak pendidikan mutlak diperlukan demi kesuksesan kurikulum tersebut.

NERACA

Sejak diterapkan 15 Juli lalu, sebanyak 6.326 sekolah di Indonesia dinyatakan siap mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran baru 2013-2014. Implementasi pada awal tahun ajaran baru ini menyasar diseluruh jenjang sekolah baik SD, SMP, SMA, dan SMK di 295 kabupaten kota di 33 provinsi, atau pada kelas I, kelas IV, kelas VII, dan kelas X. Selanjutnya pada 2014 penerapannya akan dilakukan di kelas II, kelas V, kelas VIII, dan kelas XI. Sedangkan pada 2015 akan dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Meski belum diterapkan di semua sekolah di Indonesia karena sifatnya yang masih bertahap dan terbatas, dengan alasan sebagai satu proses kurikulum dan mempermudah pelaksanaan evaluasi, pelaksanaan kurikulum 2013 diharapkan berjalan baik. Terutama dalam tahap ini adalah melalui peranan dan dukungan para guru sebagai ujung tombak pelaksanaan kurikulum 2013.

Namun, hingga kurikulum 2013 diterapkan, berbagai aksi penolakan terus terjadi. Seperti yang dilakukan oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) bersama FGII, akademisi dan sejumlah tokoh pendidikan dengan melayangkan somasi agar Mendikbud membatalkan penerapan kurikulum 2013.

Mereka menilai penerapan kurikulum terebut merupakan kebijakan yang tergesa-gesa dan dipaksakan sebagaimana tergambar dalam konsep kompetensi, penamabahan jam pelajaran, serta dokumen kurikulum yang tidak pernah diujipublikan.

“Dalam kurikulum ini juga ada penyamaan mata pelajaran SMA dengan SMK padahal tujuan dan karakteristiknya berbeda,” kata Sekjen FSGI, Retno Listyarti di LBH di Jakarta belum lama ini.

Melihat berbagai aksi penolakan tersebut, Ibu Ani Yudhoyono meminta agar para guru tidak terlalu cepat menolak kurikulum pendidikan 2013 sebelum memahaminya mengingat kurikulum tersebut bertujuan untuk menciptakan manusia Indonesia yang seutuhnya.

"Kalau kita sudah tahu tujuannya apa dari Kurikulum 2013 itu, jangan ditolak dulu karena ini tujuannya untuk membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya, yang siap untuk menerima estafet kepemimpinan pada 2045 atau pada seabad kemerdekaan Republik Indonesia," kata Ibu Ani di Istana Negara, Jakarta, saat menerima para guru berdedikasi dari daerah khusus dan guru pendidikan khusus tingkat nasional 2013.

Ibu Ani juga menyampaikan pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar para guru ikut menyukseskan program pendidikan menengah universal serta kurikulum yang tepat yang mulai diberlakukan pada 2013/2014.

"Bapak dan ibu adalah pelaku yang dapat mengubah jalannya sejarah. Ini demi masa depan anak-anak kita, masa depan bangsa kita tercinta," ujar dia.

Kepada 66 guru berdedikasi yang berasal dari daerah khusus di 33 provinsi di Indonesia dan 33 guru pendidikan khusus, Ibu Ani berpesan agar mereka manfaatkan waktu selama di Jakarta untuk mempelajari Kurikulum 2013 itu.

Pada kesempatan itu secara simbolis Ibu Ani menyerahkan buah tangan kepada empat perwakilan guru yaitu dua wakil guru daerah khusus, yaitu Nurhayati Abdullah A.Ma dari SDN Gorua, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dan Abd Rachman, SPd dari SDN Kokop I, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, serta dua wakil guru pendidikan khusus yaitu Nurjani, SPd dari SLB-B Dharma Asih, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dan Dra Lifya dari SLB Wacana Asih, Kota Padang, Sumatera Barat.

Buah tangan untuk masing-masing guru itu terdiri atas antara lain tabungan senilai Rp1 juta yang diambil dari gaji ke-13 Presiden Yudhoyono, tabungan Rp5 juta dari BRI, tabungan Rp3 juta dari Bank Mandiri, tabungan Rp2,5 juta dari Bank Jawa Barat, dan bantuan Rp500 ribu dari Kadin.Para guru tersebut juga menerima beragam buku, cinderamata dari Dekranas dan Istana serta peralatan mengajar dari Jamsostek.

Dorong Perubahan

Meski implementasinya pada tahun ini masih bertahap dan terbatas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan bahwa implementasi Kurikulum 2013 yang dirancang untuk menyiapkan generasi masa depan yang memiliki keutuhan kompetensi baik dari segi ketrampilan, pengetahuan dan etika akan mendorong enam perubahan.

Staf khusus Mendikbud Sukemi mengatakan bahwa sedikitnya ada enam perubahan yakni penataan sistem perbukuan, memperkuat budaya sekolah melalui pengintegrasian kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra kurikuler, penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK), serta memperkuat NKRI melalui kegiatan ekstra kurikuler kepramukaan, dan memperkuat integrasi pengetahuan-bahasa-budaya.

Selain itu, lanjut dia, penataan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) juga akan berubah dalam penyiapan dan pengadaan guru. Perubahan berikutnya adalah penataan pola pelatihan guru, termasuk penjenjangan terhadap karir guru dan kepangkatannya.

"Kedepan, sedang disiapkan konsep yang terintegrasi antara jenjang karir dan kepangkatan dengan penilaian profesi guru yang selama ini terpisah," kata dia.