Kejari Akan Panggil Pejabat Kemenpora - GOR Pemuda Cisaat, Sukabumi

Sukabumi - Sempat terhenti akibat hari raya Idul Fitri, kini penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak terus melakukan pengusutan dugaan korupsi GOR Pemuda Cisaat. Bahkan untuk menguatkan penyidikan, korps adhyaksa ini akan memanggil sejumlah pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemepora) dalam waktu dekat ini.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Cibadak, Iwan Setiadi, pihaknya sudah mengirimkan surat panggilan kepada pejabat Kemenpora. “Surat yang kita kirimkan ini bertujuan untuk meminta pejabat yang bersangkutan sebagai saksi, karena kapasitas sebagai pejabat pembuat komitmen rehabilitasi GOR Cisaat,” jelas Iwan Setiadi kepada wartawan, kemarin.

Penyidikan ini pun, tegas dia dilakukan secara berurutan dan bertahap, mulai tingkat Kemenpora hingga penanggungjawab kegiatan proyek. “Asal proyek ini dari Kemenpora. Itu terlihat dari anggaran yang dikucurkan,” ungkap Iwan Setiadi.

Sehingga sangat perlu meminta keterangan dari pihak pejabat Kemepora agar kasus ini bisa mengungkap dugaan korupsinya. “Sangat berharap pihak kementerian bisa memenuhi panggilan penyidik. Ini guna menemukan titik terang kasus ini,” papar dia.

Iwan menambahkan, indikasi adanya dugaan korupsi pada pembangunan GOR ini berdasarkan laporan masyarakat yang melihat terjadinya keterlambatan penyelesaian pembangunan. Dari sana, kata dia, pihak Kejari kemudian melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan pengumpulan data (Puldata). “Hasil pemeriksaan belum bisa kami ekspos mengingat kasus ini masih belum tuntas dalam pemeriksaan. Nanti apakah ada tersangka dan dari mana tersangkanya, setelah kita selesai ekpos perkara,” sebut dia.

Secara terpisah, Ketua LSM Jaringan Masyarakat Bersatu (Jambe), Bambang Rudianto, berharap kasus ini jangan terhenti di pereangahan jalan. Pasalnya, adanya ungkapan Romli bahwa dirinya sudah berkordinasi dengan pihak Kejari. Ini mengindikasikan adanya upaya pengaburan penyelidikan dan penyidikan.

“Kita harapkan Kejari Cibadak transparan dalam kasus ini. Jangan sampai nanti terhenti di tengah jalan. Ini kita bicara bahwa uang negara yang tak lain dari rakyat telah disalahgunakan oknum-oknum pelaksana proyek,” terang Bambang.

Ia juga meminta pihak penyidik mendalami pengakuan Romli tentang petunjuk teknis pelelangan oleh Bupati. “Saya rasa Romli harus bisa membuktikan ucapannya. Karena kasus ini sudah masuk ranah penyidik, maka penyidik wajib hukumnya mendalami pengakuan Romli,” harap Bambang.

BERITA TERKAIT

Ekonomi Indonesia Terdampak Covid-19, Presiden Jokowi Didesak Buka Keran Ekspor Nikel

Ekonomi Indonesia Terdampak Covid-19, Presiden Jokowi Didesak Buka Keran Ekspor Nikel NERACA Jakarta - Pandemi global coronavirus (Covid-19) menimbulkan dampak…

Bapokting di Kota Sukabumi Terpantau Aman - Sekitar 150 ribu Ton Kemendag Akan Impor GKP

Bapokting di Kota Sukabumi Terpantau Aman  Sekitar 150 ribu Ton Kemendag Akan Impor GKP NERACA Sukabumi - Pemerintah Pusat melalui…

Pemkab Kuningan Sediakan Dana Rp 18 Milyar dan Tempat Isolasi Corona

Pemkab Kuningan Sediakan Dana Rp 18 Milyar dan Tempat Isolasi Corona NERACA Kuningan – Corona Virus Deseases (Covid-19) yang saat…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Strategi Jitu KSP KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19

Strategi Jitu KSP KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19 NERACA Jakarta - Di tengah merebaknya wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang…

RS Darurat Wisma Atlet Siapkan 32 Unit Hunian

Jakarta-Brigjen TNI Dr. Agung H selaku Dansatgas  Kesehatan Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet Kemayoran-Jakpus, memberikan keterangan pers pada Jum'at…

Hadapi Corona, KLHK Beli Hasil Petani untuk Diberikan Bagi Penguatan Tenaga Medis

Hadapi Corona, KLHK Beli Hasil Petani untuk Diberikan Bagi Penguatan Tenaga Medis NERACA Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan…