CIMB Niaga Syariah Genjot Pembiayaan Properti

NERACA

Jakarta - Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga Syariah”) terus gencar meningkatkan pembiayaan di sektor properti termasuk pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema syariah. Sampai 30 Juni 2013, CIMB Niaga Syariah telah menyalurkan pembiayaan properti sebesar Rp1,34 triliun, meningkat 48% dibandingkan periode yang sama 2012 sebesar Rp903 miliar. Pengembangan serta inovasi produk pembiayaan kepemilikan rumah iB (PKR iB) menjadi salah satu kunci dari pencapaian tersebut.

Head of Syariah Banking CIMB Niaga U. Saefudin Noer mengungkapkan, seiring dengan pasar properti yang terus tumbuh dalam beberapa tahun belakangan, pembelian dengan skema pembiayaan syariah dapat terus menjadi pilihan masyarakat.

“Kami melihat potensi tersebut, dan untuk itu kami terus melakukan inovasi dan pengembangan produk PKR iB kami, salah satunya melalui Program Fix N Fix. Program Fix N Fix dari PKR iB ini dapat digunakan untuk pembelian rumah baru, rukan (rumah kantor), dan ruko (rumah toko), disamping untuk takeover, renovasi, serta pembangunan rumah,” jelas Saefudin.

Program ini, lanjut Saefudin, merupakan pembiayaan bagi individu atau perorangan untuk kepemilikan rumah dengan metode angsuran tetap di tahun pertama yang lebih ringan, dan periode berikutnya angsuran bersifat tetap selama jangka waktu yang direncanakan.

Menurut Saefudin, inovasi ini dikembangkan mengingat kebutuhan masyarakat yang ingin kepastian angsuran tetap selama jangka waktu pembiayaan dengan akad murabahah (skema jual beli). Pogram Fix N Fix dari PKR iB ini sangat cocok bagi nasabah yang ingin memiliki aset dengan perencanaan keuangan yang dapat diukur dengan jelas dan pasti.

“Pogram Fix N Fix akan memudahkan nasabah untuk memiliki rumah idamannya, sekaligus membantu perencanaan keuangan keluarga,” kata Saefudin.

Adapun keunggulan lainnya dari PKR iB adalah kemudahan akses bagi nasabah. Selain melalui 29 Kantor Cabang CIMB Niaga Syariah dan 1 Kantor Cabang Pembantu CIMB Niaga Syariah, produk dan layanan PKR iB juga bisa diakses melalui 30 Mortgage Center pada jaringan Office Channeling (OC) Consumer Banking Bank CIMB Niaga (data per 30 Juni 2013) yang tersebar luas di Tanah Air.

Atas pengembangan produk PKR iB ini, Saefudin menjelaskan, CIMB Niaga Syariah berhasil menyabet penghargaan sebagai produk pembiayaan rumah paling inovatif untuk kategori Pioner Model Pembiayaan, yang diberikan oleh satu majalah yang terbit secara nasional.

Saefudin menambahkan, untuk terus meningkatkan pembiayaan propertinya, CIMB Niaga Syariah akan terus mengembangkan produk pembiayaan propertinya, termasuk untuk program pembiayaan berbasis akad Musyarakah Mutanaqisah (deminishing musyarakah) yaitu pembiayaan dengan skema angsuran yang menurunkan porsi pembiayaan bank secara bertahap atau meningkatkan porsi pemilikan nasabah secara bertahap melalui cicilan.

”Apa yang telah dan akan kami kembangkan, merupakan komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabah. Melalui beragam produk serta inovasi yang terus kami kembangkan, kami optimistis dapat terus meningkatkan pembiayaan di sektor properti ke depannya,” tutup Saefudin.

BERITA TERKAIT

Indonesia Eximbank Kerjasama Pembiayaan Ekspor ke Afrika

      NERACA   Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama…

Gelar Islamic Tourism Expo - BNI Syariah Targetkan Transaksi Rp 50 Miliar

NERACA Jakarta – Masih besarnya potensi wisata halal di dalam negeri, menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Maka dalam rangka…

Realisasi Kontrak Capai 48,19% - Waskita Beton Genjot Ekspansi Pasar Eksternal

NERACA Jakarta - Pada Juli 2019, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mendapatkan kontrak baru yang berasal dari pasar eksternal…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tumbuh 64%, CIMB Niaga Syariah Bukukan Laba Rp536 Miliar

      NERACA   Jakarta - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) membukukan…

BI Belum Terima Izin Layanan WhatsApp Payment

    NERACA   Jakarta - WhatsApp yang berada di bawah naungan perusahaan aplikasi media sosial Facebook dikabarkan membidik pasar…

Masa Transisi 3 Tahun Sebelum Bayar Premi - Program Restrukturisasi Perbankan

    NERACA   Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak akan langsung memungut premi tambahan terhadap industri perbankan untuk…