Surya Semesta Raup Laba Rp382 Miliar

Ditopang Jasa Konstruksi

Rabu, 21/08/2013

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Surya Semesta InternusaTbk (SSIA) mengaku laba bersih konsolidasi perseroan mencapai Rp382 miliar pada semester pertama 2013, atau meningkat 2,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 372 miliar. Peningkatan tersebut antara lain dikontribusikan oleh peningkatan pendapatan usaha unit usaha jasa konstruksi dan perhotelan. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan yang diterbitkan, Selasa (20/8).

Disebutkan, unit usaha perhotelan sepanjang semester pertama 2013 mencatatkan pendapatan usaha menjadi Rp249,4 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp200,4 miliar. Peningkatan ini dinilai karena telah selesainya renovasi besar di Gran Melia Jakarta yang dilakukan sejak Juni 2011 sampai dengan Oktober 2012. Sementara untuk unit usaha properti, kawasan industri disebut-sebut memberikan kontribusi terbesar terhadap laba bersih konsolidasi.

Pada semester pertama 2013, total penjualan lahan industri perseroan senilai Rp572,9 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 558,4 miliar. Jumlah luas penjualan lahan industri pada periode ini hanya sebesar 61,7 hektar, atau lebih kecil dibandingkan jumlah luas penjualan lahan industri pada periode yang sama tahun sebelumnya seluas 67,2 hektar.

Namun ditopang kenaikan harga rata-rata penjualan yang meningkat 5,6% menjadi US$ 94,6 per m2 dibandingkan harga rata-rata penjualan tahun sebelumnya US$ 89,6 per m2. Meski demikian, jika dikalkulasi secara keseluruhan yang menyangkut penyewaan gedung, unit usaha ini mencatatkan penurunan pendapatan usaha sebesar Rp 656,4miliar dari seblumnya yang mencapai Rp 619 miliar.

Sementara unit usaha jasa konstruksi perseroan melalui PT Nusa Raya Cipta Tbk (“NRCA”) memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan usaha konsolidasi dengan persentase pertumbuhan mencapai 52,4%. Pada semester pertama 2013, unit usaha ini mencatatkan pendapatan usaha menjadi Rp1.443,6 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp947,3 miliar.

Kontrak Baru

Tercatat, sepanjang Januari-Juni 2013, NRCA telah mengantongi kontrak baru sekitar Rp2,6 triliun. Sementara sisa kontrak yang belum dibukukan sebagai pendapatan usaha (contract on hand) untuk unit usaha ini pada akhir semester pertama 2013 menjadi Rp3.329 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.665 miliar.

Targetnya, pada tahun ini NRCA dapat mengantongi dana Rp5,2 triliun. Selain kontrak pada tahun sebelumnya, perseroan optimistis dapat meraih kontrak baru senilai Rp2,9 triliun hingga akhir tahun. “Perolehan kontrak baru ditargetkan sebesar Rp2,9 triliun. Kalau kontrak tersebut berhasil didapatkan semua, maka dengan tambahan proyek carry over sebesar Rp2,3 triliun, total proyek hingga akhir tahun ini mencapai Rp5,2 triliun,” kata Corporate PR Manager SSIA, Utari Sulistiawati.

Sekadar catatan, manajemen perseroan sebelumnya mengaku sejumlah proyek yang tengah ditangani antara lain Crowne Hotel Bandung dengan nilai kontrak sebesar Rp160 miliar dan diharapkan selesai dalam waktu 2,5 tahun. Selain itu, perseroan juga mengerjakan proyek Parahyangan Residance sebesar Rp260 miliar dan ditargetkan bisa selesai selama dua tahun.

Selain itu, perseroan juga menggarap proyek lainnya, seperti proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) Mall dan hotel sekitar Rp100 miliar dan Graha MRA (Ferrari) sekitar Rp50 miliar. Satu lagi, proyek Ciputra World II dengan nilai kontrak Rp560 miliar dan ditargetkan dapat diselesaikan selama 2,5 tahun. “Di Ciputra World II kita sebagai kontraktor utama dan proyek tersebut saat ini masih berjalan dalam tahap galian,” jelasnya. (lia)