Indonesia Butuh Produk Kontruksi Yang Rendah Polusi - Proses Pembangunan Harus Lebih Efisien

NERACA

Jakarta - Kalangan kontraktor nasional ditantang untuk menghasilkan produk-produk yang mendukung pembangunan lebih cepat dan lebih ramah lingkungan. Pemerintah menginginkan proses pembangunan konstruksi bangunan dan infrastruktur di Indonesia berlangsung efisien, rendah polusi dan memiliki aspek keamanan yang tinggi.

Menurut Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, salah satu inovasi konstruksi untuk mengejar efisiensi proses pembangunan dan mengurangi polusi adalah adalah teknologi beton pra cetak (pre-cast). Dengan teknlogi tersebut, beton dikerjakan di pabrik untuk kemudian disatukan di lokasi pekerjaan.

“Polusi jadi lebih rendah, karena dikerjakan di pabrik. Seperti contohnya pembangunan jembatan pra cetak di jalan Casablanca dan jalan Antasari, dengan beton yang di pre-cast maka manajemen lalu lintas di lokasi pembangunan jembatan tidak terlalu menganggu para pengendara selama pengerjaannya,” jelas Dardak saat membuka International Conference Indonesia Structure Engineering Society di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/8).

Mengenai kualitas beton pra cetak Indonesia, Dardak mengaku yakin cukup berkualitas dan mampu bersaing dengan beton pra cetak dari negara-negara lain. Bahkan, imbuh Dardak, sudah ada negara lain seperti Myanmar yang meminta pelatihan teknologi tersebut dan pembuatan pabrik pre cast di negaranya.

Dia juga meyebut, para ahli konstruksi Indonesia untuk dapat mengadopsi teknologi tahan gempa yang dimiliki jepang maupun teknologi pemeliharaan gedung tua yang dilakukan Amerika Serikat. Jepang yang memiliki kondisi geografis mirip Indonesia, dipandang memiliki keunggulan dalam sistem konstruksi bangunan tahan gempa. Sementara Amerika Serikat, Dardak memberikan apresiasi dalam keberhasilannya melakukan renewable bangunan. Amerika saat ini memiliki banyak bangunan yang sudah berusia tua yang hal itu juga banyak terdapat di Indonesia. “Amerika bangunannya umurnya sudah akan habis, bagaimana manajemen aset kalau bangunan menjelang habis. Ini menjadi topik penting ke depan,” tutur dia.

Selain dihadiri peserta lokal, acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) tersebut juga dihadiri peserta dari Jepang, Malaysia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Untuk diketahui, jumlah anggota HAKI adalah 4.735 orang yang tersebar di berbagai Komisariat Daerah (KOMDA) di Papua, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kep. Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali. HAKI aktif berpartisipasi dalam berbagai komunitas Jasa Konstruksi tingkat international seperti menjadi anggota Asian Concrete Federation (ACF) dan Asian Civil Engineering Coordinating Council (ACECC).

BERITA TERKAIT

APL Rampungkan Pembangunan Tower Pertama PGV

APL Rampungkan Pembangunan Tower Pertama PGV NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) melalui PT Graha Tunas Selaras…

Wuling Sebut Suku Cadangnya Lebih Murah 20% dari Kompetitor

PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) mengklaim harga suku cadang produk mereka lebih murah 20 persen dibandingkan dengan rata-rata harga…

Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri - Menaklukan Soal Matematika

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…