Garda Tujuh Buana Gelar Public Expose

Terkait Kontrak Agrocom

Rabu, 21/08/2013

NERACA

Jakarta – Keputusan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi terhadap PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) lantaran indikasi laporan keuangan perseroan periode 2012 yang tidak sesuai, mendapat respon langsung dari manajemen PT Garda Tujuh Buana Tbk.

Corporate Secretary PT Garda Tujuh Buana Tbk, Rinaldi mengatakan, perseroan berencana melakukan public expose pada 2 September 2013 mendatang. Namun sayangnya, perseroan belum menyampaikan agenda dari aksi korporasi tersebut. \"Materi public expose akan kami sampaikan menyusul,\" kata dia dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Baik BEI dan investor masih menunggu kondisi terbaru yang menimpa emiten batu bara ini. Perseroan memiliki misteri dengan batalnya kontrak dengan perusahaan perdagangan asal Timur Tengah, yakni Agrocom Ltd dengan nilai US$250 juta. Bahkan BEI menghentikan sementara perdagangan saham GTBO. Bahkan terancam mendapat sanksi dari BEI bila masalah tersebut belum menunjukkan keselasan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan sebagai bentuk perlindungan bagi para investor. \"Bentuk perlindungan dari bursa kita suspen, jangan sampai orang tidak mengerti. Kita lagi rumuskan dan analisa laporan keuangannya, nanti ada tindakan sanksi atau denda dari bursa setelah kita melihat ada pelanggaran atau tidaknya. Keputusannya, Minggu depan,\" kata Hoesen.

Sebagai informasi, BEI sedang melakukan analisa laporan keuangan perseroan. Disebutkan, pada 14 Juni 2012, pihak GTBO mengadakan perjanjian dengan Agrocom. GTBO memberikan hak pemasaran eksklusif kepada Agrocom sebesar 10 juta metrik ton batu bara. Nilai kontrak tersebut sebesar US$250 juta dan memiliki tiga tahap.

Tahap pertama, senilai US$75 juta. Lalu, tahap kedua dan ketiga masing-masing senilai US$87,5 juta. Akan tetapi, dalam perkembangannya pihak GTBO tidak pernah diminta untuk mengirim batu bara oleh Agrocom. Padahal GTBO telah siap mengirimkan batu bara kepada pihak yang telah ditunjuk Agrocom.

Namun kepada BEI pada 31 Mei 2013, perseroan menjelaskan kontrak tersebut batal, termasuk pengakuan penjualan hak pemasaran senilai Rp711,5 miliar. Perseroan pun terjerat utang senilai pengakuan tersebut. Tercatat, saham GTBO saat ini berada di 2.200 per lembar.

Per Maret 2013, penjualan PT Garda Tujuh Buana Tbk anjlok 78,75% menjadi Rp26,37 miliar dibandingkan penjualan periode sama tahun sebelumnya yang Rp124,10 miliar. Beban pokok turun menjadi Rp40,02 miliar dari beban pokok penjualan sebelumnya Rp61,85 miliar dan rugi kotor diderita sebesar Rp13,64 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya Rp62,25 miliar.

Pendapatan dari selisih kurs diraih sebesar Rp2,73 miliar, YoY dari Rp816,24 juta, namun beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp7,75 miliar, YoY dari Rp4,93 miliar.

Rugi sebelum pajak diderita Rp18,67 miliar per Maret 2013 dari laba sebelum pajak Rp58,10 miliar tahun sebelumnya. Sedangkan rugi per saham sebesar Rp7,47 dari laba bersih per saham sebelumnya Rp23,24. (bani)