Pembenahan Struktural Dapat Stabilkan Pasar

NERACA

Jakarta - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan berbagai pembenahan secara struktural untuk menekan defisit transaksi berjalan dapat memberikan kestabilan dalam pasar keuangan, yang saat ini sedang bergejolak. \"Beberapa masalah harus dihadapi melalui struktural reformasi, misal kalau defisit transaksi berjalan ada persoalan, transaksi modal dan finansial harus bagus,\" katanya di Jakarta, Senin (19/8).

Chatib mengatakan salah satu reformasi struktural yang dapat dilakukan adalah mengurangi defisit transaksi berjalan dengan memperbaiki kinerja penanaman modal asing serta menjaga iklim investasi. \"Saya sudah minta revisi Daftar Negatif Investasi dipercepat, kemudian melakukan simplifikasi peraturan sehingga penanaman modal asing bisa dilakukan,\" ujarnya.

Dia mengatakan defisit transaksi berjalan akan makin mengecil pada triwulan III-2013, karena dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada Juni, mulai terasa pada sektor impor migas. \"Impor minyak ini akan lebih kecil dalam triwulan tiga. Indikatornya sampai dengan Juli, konsumsi BBM dibawah yang biasanya, karena harga BBM dinaikkan. Di triwulan dua, angka defisit masih cukup tinggi, karena BBM baru naik 22 Juni,\" katanya.

Selain itu, upaya lain yang dapat dilakukan pemerintah adalah memperbaiki sistem logistik untuk distribusi barang agar suplai tetap terjaga dan menyiapkan anggaran melalui ruang fiskal untuk belanja infrastruktur. \"Kalau logistik di-push akan ada perbaikan, karena persoalan kita ada di-supply bukan karena sisi permintaan yang terlalu tinggi, tapi ada supply side terutama BBM naik, birokrasi, ini yang harus di-address,\" ujarnya. Chatib mengatakan pembenahan struktural ini merupakan antisipasi secara internal yang dapat dilakukan, karena defisit transaksi berjalan yang masih relatif tinggi hingga pertengahan tahun, menyebabkan pelemahan rupiah dan anjloknya bursa saham.

Sementara, nilai mata uang rupiah, pada Senin sore, juga bergerak melemah ke posisi Rp10.540 per dolar AS seiring dengan spekulasi di pasar uang atas rencana The Fed tersebut. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, mengalami pelemahan sebesar 160 poin menjadi Rp10.540 dibanding sebelumnya di posisi Rp10.380 per dolar AS. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pasar Badung Denpasar Menjadi "Smart Heritage Market"

Pasar Badung Denpasar Menjadi "Smart Heritage Market" NERACA Denpasar - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berharap pasar rakyat atau pasar…

Mengkritisi Upaya Membuka Pasar Baru Dunia

Oleh: Pril Huseno Forum “Seminar Perdagangan Nasional dan Dialog Gerakan Ekspor Nasional” yang digagas Kadin, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia dan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Tetapkan Tarif Ojek Online Naik

  NERACA   Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan telah menetapkan biaya tarif ojek online. Tarif terbaru ini…

Ekonomi Terus Tumbuh, Easywell Targetkan Pasar Indonesia

    NERACA   Jakarta - Dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Ekonomi Indonesia tahun 2018 mengalami pertumbuhan…

6,4 Juta Liter BBM Diselewengkan

  NERACA   Jakarta – Badan Penyalur Hilir Migas (BPH Migas) melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM. Hasilnya, sejak 2016 hingga…