Pemprov Kalsel Canangkan Defisit APBD-P 2013 Rp970,22 M

NERACA

Banjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan merencanakan defisit APBD Perubahan tahun 2013 sebesar Rp970,22 miliar yang merupakan selisih antara belanja sebesar Rp5,38 triliun dan pendapatan Rp4,41 triliun. \"Defisit tersebut akan ditutup dengan pembiayaan. Kalau dibandingkan dengan APBD 2013, secara umum pada RAPBD-P 2013 terdapat kenaikan Rp830,17 miliar,\" ujar Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin ketika menyampaikan Nota Keuangan/Pengantar RAPBD-P Kalsel 2013 pada Rapat Paripurna DPRD Kalsel di Banjarmasin, Senin (19/8).

Dia menyebutkan kenaikan RAPBD-P Kalsel 2013 antara lain berasal dari Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tahun 2012, pelampauan target penerimaan dan pergeseran anggaran. Postur RAPBD-P Kalsel 2013 secara umum terdiri pendapatan daerah sebesar Rp4,41 triliun dan belanja daerah Rp5,38 triliun. Pendapatan daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,69 triliun, dana perimbangan Rp1,37 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Rincian PAD terdiri dari Pajak Daerah Rp2,35 triliun, retribusi daerah Rp16,77 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp37,42 miliar dan lain-lain PAD yang sah Rp283,96 miliar.

Khusus Pajak Daerah, Gubernur Kalsel dua periode itu mengaku pada RAPBD-P 2013 mengalami penurunan Rp132,04 miliar dari target dalam APBD 2013. \"Penurunan pencapaian target tersebut, perlu kajian ulang dan restrukturisasi anggaran agar tidak menghambat kinerja pemerintahan daerah,\" demikian Rudy Ariffin.

Sementara itu ketika dikonfirmasi dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kalsel, Gustava Yandi menyatakan penurunan penerimaan pajak daerah tersebut karena target yang terlalu tinggi. \"Semestinya target itu ditetapkan realistis saja sesuai potensi karena dengan target yang tinggi namun ternyata tak tercapai, bisa berdampak pada pelaksanaan pembangunan,\" tandasnya. [ant]

BERITA TERKAIT

Pemprov Jabar Tak Bekukan Transportasi Online

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menegaskan pihaknya tidak pernah membekukan operasional angkutan transportasi dalam jaringan atau daring/online di wilayah itu…

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

Indonesia Defisit 2.500 Tenaga Pialang - Bursa Berjangka Belum Optimal

NERACA Palembang – Mendorong Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri dalam acuan harga komoditas dunia dan mensejahterakan para petani, merupakan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…