Laba Bersih Industri Perbankan Nasional Naik 11,7%

Bank Asing Anjlok

Selasa, 20/08/2013

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat industri perbankan Indonesia mampu mencetak laba bersih sebesar Rp51,11 triliun selama semester I 2013, meningkat 11,7% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp45,73 triliun. Dalam Statistik Perbankan Indonesia Juni 2013 melalui laman BI di Jakarta, Senin (19/8) tercatat, pendapatan bunga bersih industri perbankan naik 9% dari Rp104,68 triliun menjadi Rp114,16 triliun.

Sedangkan pendapatan operasional nonbunga tercatat tumbuh 8,2% dari Rp67,2 triliun menjadi Rp72,76 triliun. Dari sisi penyaluran kredit, bank sentral mencatat pertumbuhannya dalam setahunan sebesar 20,6% dari Rp2.470,38 triliun pada Juni 2012, menjadi Rp2.982,43 triliun pada Juni 2013, dengan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposite ratio/LDR) relatif tinggi mencapai 87,2%.

Adapun rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) masih aman sebesar 18%, dan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) terjaga 1,9%. Sementara berdasarkan kelompok bank, kelompok bank pembangunan daerah (BPD) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba terbesar, yakni mencapai 28,9% dalam setahunan dari Rp4,55 triliun menjadi Rp5,87 triliun.

Sementara laba bersih bank-bank pelat merah atau BUMN tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 20,2% dari Rp19,02 triliun menjadi Rp22,88 triliun. Begitu pula kelompok bank campuran yang masih membukukan pertumbuhan laba 19,7% dari Rp1,77 triliun menjadi Rp2,12 triliun. Selain itu, pertumbuhan laba kelompok bank-bank swasta relatif tipis hanya 4% dalam setahunan dari Rp17,28 triliun menjadi Rp17,98 triliun.

Namun, kinclongnya laba bersih perbankan nasional tidak diikuti kelompok bank asing yang perolehan labanya anjlok 27,10% dari Rp3,09 triliun pada Juni 2012, menjadi Rp2,25 triliun pada Juni 2013. Sebagaimana diketahui, beberapa bank kakap telah mereguk untung besar selama periode enam bulan pertama 2013. Tercatat, Bank Mandiri, BNI, BCA, dan Bank OCBC-NISP yang menikmati laba bersih tahunan (year on year/yoy) rata-rata 15%-30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bank Mandiri sebagai bank BUMN yang beraset terbesar di Indonesia ini meraih laba bersih meningkat 16%, dari Rp7,1 triliun di semester I 2012 menjadi Rp8,3 triliun pada periode yang sama tahun ini. Kenaikan laba bersih ini ditopang perolehan kenaikan pendapatan operasional yang mencapai Rp22,9 triliun di enam bulan pertama 2013, atau naik 17,8% dari periode sebelumnya tahun lalu.

Sementara itu, kualitas aset produktif juga tetap terjaga dengan baik, yang terlihat pada rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) netto sebesar 0,55%. Adapun net interest margin (NIM) perseroan berhasil mencapai angka 5,34% di semester I 2013. Hal ini menunjukan peningkatan sebanyak 0,1% yoy dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berhasil mencapai 5,24%.

Bank BUMN lainnya, BNI pada periode yang sama meraih pendapatan bunga bersih (net interest income) yang bertumbuh 23,1% menjadi Rp 8,896 triliun, menyusul kemudian pendapatan non-bunga (non interest income) yang tumbuh 22% menjadi Rp 4,56 triliun. Kedua sumber pendapatan itu menciptakan pendapatan operasi BNI menjadi sebesar Rp 13,45 triliun, atau melonjak 22,7% lebih tinggi dibanding semester I-2012.

Loan to Deposit Ratio (LDR) meningkat dari 74% pada semester I tahun lalu menjadi 84% pada semester I-2013. Peningkatan kredit ini didominasi oleh kredit dalam mata uang rupiah. Sementara BCA berhasil mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp6,3 triliun, meningkat sebesar 19,3% dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp5,3 triliun. Sedangkan untuk pendapatan operasional pada semester pertama ini meningkat 22,5% menjadi Rp15,7 triliun dari tahun lalu yang sebesar Rp12,8 triliun.

Untuk total portofolio kredit BCA tercatat sebesar Rp280,4 triliun pada 30 Juni 2013 meningkat 24,1% dibandingkan Rp 226,0 triliun pada Juni 2012. “Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposite ratio/LDR) BCA meningkat menjadi 73,2% pada Juni 2013 dari 65,5% pada Juni 2012,” kata dia. Pada bagian lain, Bank OCBC NISP, sepanjang semester I 2013 berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp536 miliar, naik 32% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp407 miliar. Kenaikan laba bersih ini dihasilkan oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat 23% menjadi Rp1,5 triliun, adri periode yang sama tahun lalu Rp1,2 triliun.

Dilihat dari sisi kredit, total dana yang telah disalurkan mencapai Rp56,9 triliun atau tumbuh 19% yoy. Di samping itu, terjadi penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) net menjadi 0,4% dari 0,5% di periode yang sama tahun lalu. Adapun DPK perseroan berhasil sebesar Rp57,892 miliar. Angka tersebut naik sebesar 23% d ibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang hanya Rp51,830 miliar. [ardi]